Articles
DOI: 10.21070/icecrs2020443

"Digital Generation" Utilization of Smartphones as Media for Student Learning Reading


“Generasi Digital” Pemanfaat Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Membaca Siswa

Universitas Almuslim
Indonesia
Universitas Almuslim
Indonesia
Learning Media Technology Smartphones Mathematics

Abstract

This study aims to improve students 'understanding of learning to read by utilizing smartphones as learning media and to see students' responses to learning by using learning media. The research method used in this research is observation to observe the learning process, tests to determine students' understanding of learning to read, and a questionnaire to see student responses. The results that have been obtained in this study are: 1) Students are more enthusiastic and active when following the teaching and learning process, 2) the results of the test are 17 students (85%) who are complete and 3 students (15%) who are not finished, 3) Sawang Elementary School 25 students' responses to smartphone-based learning media with good categories, which means the media is effectively used as a learning medium.

Pendahuluan

Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah merupakan jenjang awal untuk menanamkan konsep dasar bagi anak, sehingga konsep-konsep yang diterima anak sebagai pembuka daya pikirnya dalam menghadapi jenjang berikutnya. Membaca menurut Kridalaksana dalam Fajar Rachmawati (2007: 3) bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras. Membaca adalah salah satu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata atau bahasa lisan (Tarigan, 1990: 7). Sehingga membaca dapat diartikan sebagai mengidentifikasi simbol – simbol dan mengasosiakannya dengan makna.

Pada tahap membaca permulaan siswa mulai diperkenalkan dengan berbagai simbol huruf, mulai dari simbol huruf /a/ sampai dengan /z/. Ada 4 kelompok karakteristik siswa yang kurang mampu membaca permulaan, yaitu dilihat dari: (1) kebiasaan membaca, (2) kekeliruan mengenal kata, (3) kekeliruan pemahaman, dan (4) gejala-gejala lainnya yang beraneka ragam. Siswa yang sulit membaca, sering memperlihatkan kebiasaan dan tingkah laku yang tidak wajar.

Kenyataan dilapangan masih banyak siswa kelas 1 atau pun kelas 2 yang belum mampu membaca. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar. Masalah yang dihadapi guru disebabkan oleh faktor pemahaman guru terhadap proses pembelajaran membaca. Strategi atau metode yang diterapkan oleh guru yang hanya berputar pada metode menjelaskan, metode tanya jawab dan metode penugasan, sehingga seringkali siswa merasa jenuh dan bosan setiap kali belajar Bahasa Indonesia, siswa hanya terpaku pada latihan yang disediakan oleh guru, akibatnya siswa mengalami kesulitan dalam membaca.

Kemampuan membaca dipengaruhi oleh beberapa faktor. Farida Rahim (2011: 19) mengemukakan bahwa motivasi merupakan kunci dalam belajar membaca. Untuk itu, Burns, dkk (Farida Rahim, 2011: 14) mengungkapkan bahwa hal pertama yang perlu dilakukan saat anak belajar membaca adalah memusatkan perhatian, membangkitkan kegemaran membaca (sesuai dengan minatnya), dan menumbuhkan motivasi membaca ketika sedang membaca. Motivasi dan minat siswa salah satunya dipengaruhi oleh suasana pembelajaran. Hasil observasi diketahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran biasanya guru hanya meminta siswa secara bergantian membaca bacaan dari buku paket. Salah satu siswa membaca dan lainnya menyimak. Kegiatan belajar yang kurang bervariasi seperti itu membuat siswa yang belum lancar membaca menjadi jenuh dan kurang bersemangat dalam kegiatan membaca. Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II interaksi belajarnya masih kurang dan siswa yang belum lancar membaca tidak mendapat tindak lanjut dari guru. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih rendah. Suasana pembelajaran juga tidak menyenangkan dan siswa merasa jenuh.

Menurut penelitian Yunar Chaerdinan Etnanta, pada prasiklus nilai rata-rata kumulatif membaca lancar dan pemahaman terhadap suku kata sederhana siswa sebesar 51,5 dengan kategori kurang. Pada siklus I setelah dilakukan tindakan nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 62,31 dengan kategori cukup dan terjadi peningkatan sebesar 10,81 atau 20,1%. Pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 15,61 atau 25,05% dengan nilai rata-rata kumulatif 77,92 dalam kategori baik.

Hasil observasi yang telah dilakukan pada SD Negeri 25 Sawang diketahui bahwa belum pernah dilakukan dalam proses belajar mengajar menggunakan smartphone sebagai media pembelajaran. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pemanfaat Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Membaca Siswa”.

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan metode kualitatif. Menurut Yatim Riyanto (1996:28-40), penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Sedangkan Sugiyono (2010:72) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Dari pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat di kontrol.

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 25 Sawang dengan jumlah siswa sebanyak 65 orang yang terdiri dari kelas I sebanyak 10 siswa, kelas II sebanyak 11 siswa, kelas III sebanyak 7 siswa, kelas IV sebanyak 12 siswa, kelas V sebanyak 9 siswa, dan kelas VI sebanyak 16 siswa. Berdasarkan jumlah populasi di SD Negeri 25 Sawang, peneliti mengambil 21 siswa sebagagai sampel yaitu kelas I dan kelas II.

Teknik penelitian yang digunakan yaitu teknik pengumpulan dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data menggunakan beberapa teknik, yaitu 1) Teknik Observasi dilakukan dengan cara mengamati proses belajar mengajar menggunakan smartphone sebagai media pembelajaran, 2) Teknik tes dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap membaca dengan menggunakan smartphone sebagai media pembelajaran. Pelaksanaan Tes dilakukan dengan bermain permainan yang terdapat dalam aplikasi “Secil Belajar Membaca”, 3) Angket dilakukan dengan membagi angket kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis smartphone.

Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: instrument tes membaca yang telah terdapat dalam aplikasi “Secil” dan lembar observasi guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan smartphone. Penelitian ini menggunakan validitas instrumen. Pengujian validitas instrument dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan indikator tes membaca yang disesuaikan dengan kondisi siswa kelas I dan Kelas II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah dikonsultasikan dan divalidasi oleh dosen pembimbing yaitu Nurmina, M.Pd, sehingga layak digunakan.

Pengolahan data dalam penulisan kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumulan data dala periode tertentu. Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan model analisis interakif yang meliputi obeservasi, Tes dan angket.

Hasil dan Pembahasan

Karya tulis ilmiah ini berisikan mengenai pemanfaat media pembelajaran berupa smartphone untuk meningkatkan belajar membaca siswa SD Negeri 25 Sawang melalui rancangan program “Generasi Digital”. Program ini bertujuan untuk pengembangan dalam sektor pendidikan, dimana di era Revolusi Industri 4.0 seperti sekarang ini masyarakat tidak hanya di tuntut untuk mengenal media digital namun faham dalam pengoperasiannya.

Bagi sebagian besar siswa di Indonesia khususnya pada wilayah perkotaan hal ini memang bukan menjadi hal yang abru, namun bagi siswa di wilayah terpencil yang jauh dari ibukota tentunnya akan menjadi asing. Apalagi media digital digunakan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Dari peneliatian yang sudah dilakukan, peneliti mengemukakan hasil sebagai berikut:

Observasi dilaksanakan pada keseluruhan kegiatan tatap muka, dalam hal ini observasi dilakukan oleh 1 (satu) pengamat yaitu salah satu guru di SD Negeri 25 Sawang dilaksanakan untuk mengetahui secara detail partisipasi aktif, tanggung jawab. Dari hasil observasi tersebut diperoleh informasi bahwa penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran membuat siswa semangat dan aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Tes dilaksakan dengan memainkan permainan yang ada dalam aplikasi secil yaitu tebak kata dengan waktu 2 (dua) menit. Hasil Tes dapat dilihat pada Table 1

No Nama Siswa Jumlah Skor
1 Aditya Maulana 15
2 Almastur 9
3 Aqil Mubarrak 10
4 Dahra Bahgia 14
5 Eva Safitri 16
6 Fatimah Zahra 15
7 Ikhsannur 16
8 Irfan 17
9 Irfannur 10
10 Juliana 10
11 Khairul Fatani 11
12 Marziah 14
13 Muhammad Al-Khusyairi 15
14 Muhammad Zuhdi 9
15 Mukhlis 10
16 Rahmat Saputra 8
17 Rifal Maulana 12
18 Rosi Wahyuni 12
19 Saiful Azmi 15
20 Siti Sarah 15
Table 1.Hasil Tes siswa SD Negeri 25 Sawang

Dari tabel diatas, menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

Menghitung persentase siswa yang tuntas

Menghitung persentase siswa yang tidak tuntas

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat di peroleh informasi bahwa dari tes siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 10 sebanyak 17 orang (85%) dan yang mendapat nilai kurang dari 10 sebanyak 3 orang (15%). Adanya peningkatan hasil belajar dipengaruhi oleh adanya pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Sedangkan untuk tingkat ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan yaitu 65, dapat dilihat pada tabel berikut ini :Table 2

No Ketuntasan Bel ajar Jumlah Siswa
Jumlah Persen
1. Tuntas 17 85 %
2. Belum Tuntas 3 15 %
Jumlah 20
Table 2.Ketuntasan Belajar Siswa

Dari angket diperoleh informasi bahwa respon positif yang diberikan siswa terhadap program “Generasi Digital” dengan memanfaatkan smartphone sebagai media pembelajaran. Respon siswa terhadap media pembelajar berbasis smarphone dapat dilihat pada Table 3 sebagai berikut:

No Uraian Jumlah Tanggapan Siswa
Ya Tidak
1. Pembelajaran yang baru saya ikuti menimbulkan minat untuk belajar membaca 19 1
2. Pembelajaran dengan menggunakan media lebih menyenangkan dibanding hanya dengan metode ceramah saja. 20 0
3. Saya merasa cepat bosan apabila mengikuti pembelajaran yang hanya mencatat dan mendengarkan saja tanpa ada interaksi secara langsung 18 2
4. Saya merasa senang mengikuti kegiatan belajar menggunakan smartphonesebagai media pembelajaran. 20 0
5. Penerapan pembelajaran dengan media smarphone menjadikan saya lebih aktif mengikuti pelajaran. 20 0
6. Melalui penggunaan media power point menjadikan saya lebih menyukai pelajaran membaca 20 0
7. Penyajian materi pada tampilan aplikasi Secil dapat membimbing saya untuk lebih mendalami materi pelajaran. 19 1
8. Teks pada aplikasi Secilterbaca dengan jelas 20 0
9. Pembelajaran dengan menggunakan media untuk penyajian materinya sangat menyenangkan 20 0
10. Materi-materi yang sudah diberikan dengan menggunakan media smarphonemembantu saya untuk selalu mengingatnya 19 1
11. Penyajian materi dengan media smartphone membuat saya tertarik mengikuti pelajaran 19 1
12. Apakah guru pernah menggunakan smartphonesebagai media pembelajaran 20 0
Table 3.Respon Siswa SD Negeri 25 Sawang

Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan smarphone sebagai media pembelajaran membuat siswa lebih semangat dan aktif dalam belajar. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar membaca. Dan juga penggunaan media pembelajaran smarphone mendapat respon positif dari siswa dan guru. Selama ini guru mengajar masih menggunakan buku yang tersedia sebagai media pembelajaran. Program “Generasi Digital” memiliki banyak manfaat bagi sekolah di daerah terpencil, dikarenakan masih minimnya pengetahuan terhadap penggunaan teknologi. Tidak hanya itu, progam ini juga membatu siswa lebih aktif dan mudah memahami dalam proses belajar mengajar. Peneliti berharap agar program ini dapat berjalan secara berkesinambungan.

References

  1. Alfiahesty Choirotunn Nafiah. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Kalimat Siswa Kelas II SDN 1 Sedayu
  2. Husen Hamdan. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis Android untuk Siswa SD/MI. http://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/muallimuna. Vol. 3
  3. Irhandayaningsih Ana. Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Minat Baca Siswa SMA Negeri 1 Semarang.
  4. Ila Mursalina Subekti, dkk. 2007. Analisis Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Internet Melalui Pemanfaatan Smartphone Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn) Di SMA Negeri 1 Kartasura. Vol. 2
  5. Sumiharsono Rudy. 2017. Media Pembelajaran. Jawa Timur: CV. Pustaka Abadi
  6. Susilana Rudi, Riyana Cepi. 2009. Media Pembelajaran (Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: CV. Wacana Prima
  7. Aplikasi Secil Belajar Membaca.
  8. https://play.google.com/store/apps/details?id=com.solitekids.secilmembaca&hl=en_US