Articles
DOI: 10.21070/icecrs2020444

Utilization of the Industrial Revolution Era 4.0 as an Effort to Support Student Character Education


Pemanfaatan Era Revolusi Industri 4.0 Sebagai Upaya Penunjang Pendidikan Karakter Peserta Didik

Universitas Islam Balitar
Indonesia
Universitas Islam Balitar
Indonesia
Character Education Students Expression Rooms

Abstract

In the 21st century the world of education is undergoing various changes in the educational paradigm that places humans as a whole, human resources that can provide policy direction in laying the framework for development and utilizing the era of the industrial revolution 4.0 in the sphere of education. The expected learning process is to be able to develop a variety of potential learners as a whole in an integrated manner, therefore in the provision of material or the learning process everything must be able to actualize efforts to shape student character through personality development. The existence of character education for the sake of facing and utilizing the era of the industrial revolution 4.0 can form students who have identity. However, in shaping the identity, several strategies are needed to support the identity of students that are adapted to the era of the industrial revolution 4.0 at this time. For example, by creating an innovation called the "Expression Room" which is used as a potential container for students. Character education must also be able to equip students with competence in the ability to communicate, organize, solve problems, be independent, cooperate, and be ethical.

Pendahuluan

Dunia pendidikan sekarang sedang diterpa sebuah perubahan, dimana segala sesuatu dalam sistem pendidikan memasuki era internet oh things, yaitu sebuah kondisi yang serba terbuka tanpa mengenal jarak dan waktu, sehingga masing-masing negara perlu melakukan perubahan sistem pendidikan dengan menyesuaikan perkembangan zaman khususnya pada era saat ini era revolusi industri 4.0. Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan berbagai kebijakan maupun upaya dalam membangkitkan dan menerapkan sebuah pendidikan karakter untuk menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Pendekatan karakter merupakan upaya awal pendidik dan peserta didik untuk menciptakan karakter pribadinya agar menjadi pribadi yang berguna untuk dirinya dan sekitarnya. Tujuan dari pendidikan karakter sendiri adalah membentuk bangsa dimana masyarakatnya sangat erat dan berakhlak. Pentingnya pendidikan karakter memang harus ditanamkan sejak dini karena jika pendidikan karakter itu kurang maka akan terjadi perilaku menyimpang di masyarakat.

Era revolusi industri 4.0 ini sangat berbeda dengan era sebelumnya, karena pada era ini semua hal bergantung dengan digitalitas. Semua proses kehidupan berkaitan dengan internet. Bahkan dunia pendidikan sekaligus. Era revolusi industri diharapkan untuk mempunyai karakter yang bijak dalam menggunakan teknologi dengan baik. Era revolusi industri 4.0 ini sangat erat kaitannya dengan teknologi digital. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa dampak baik dari teknologi adalah mendukung dan meningkatkan dampak buruk dari teknologi yaitu mengesampingkan dan menghilangkan. Di era ini kita telah membongkar tradisi dan meninggalkan defisiensi. Peserta didik maupun pendidik mudah tergoda dengan janji teknologi.

Maka dari itu, peran dari pendidikan karakter serta cara beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0 sangat dibutuhkan dan penting agar manusia dapat memanfaatkan era ini sebijak-bijaknya yang akan terus berkembang. Pendidikan karakter juga harus ditumbuhkan sedari dini agar semua manusia dapat mensejahterakan bangsa sejak kecil dengan cara mempunyai akhlak baik dan bijak dalam memanfaatkan perkembangan era revolusi industri 4.0. Karakter bangsa mengacu pada sebuah pola kepribadian yang relatif fungsional dan merupakan protipe antara anggota masyarakat dewasa. Banyak peserta didik yang memiliki potensi bakat yang sebenarnya belum mereka ketahui bahkan dikembangkan secara maksimal, begitu pula banyak peserta didik yang memiliki kecerdasan tetapi perilakunya belum mampu mencerminkan kepribadian luhur.

Melalui permasalah-permasalahan yang ada, sangat diperlukannya sebuah strategi untuk meminimalisir hal-hal tersebut, serta sebagai penunjang potensi bakat yang dimiliki peserta didik, dimana kegiatan tersebut diupayakan untuk menjawab berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0 dan dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan porsinya masing-masing tanpa melampaui batas.

Tujuan dari penulisan artikel ilmiah ini dapat memaparkan berbagai bentuk pendidikan karakter yang perlu ditekankan dalam upaya pemanfaatan era revolusi industri 4.0. Dapat memberikan solusi pemecahan masalah terkait pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan serta memanfaatkan era revolusi industri 4.0 dengan berbagai strateri ataupun inovasi dalam pelaksanaannya. Dapat memberikan informasi terkait pentingnya pemanfaatan era revolusi industri 4.0 sebagai upaya penunjang pendidikan karakter pada peserta didik berdasarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi pada era tersebut.

Metode Penelitian

Metode atau cara yang dilakukan dalam mengetahui permasalahan terkait tema yang diangkat dalam artikel ilmiah ini, dengan cara pengamatan langsung dengan terjun di lingkungan pendidikan sekitar serta mengambil atau mengadaptasi berbagai permasalahan yang dituliskan dalam beberapa buku, artikel, mapun jurnal ilmiah terkait tema yang diangkat.

Pembahasan

Landasan Teori

Karakter dalam kamus besar bahasa Indonesia, “karakter” diartikan sebagai akhlak, atau budi pekerti. Dalam kamus Inggris-Indonesia character adalah watak. Karakter merupakan konsep moral yang tergabung dari sejumlah karakteristik yang dapat dibentuk atau diajarkan melalui pendidikan pengembangan minat bakat peserta didik. Bedasarkan kedua hal tersebut, dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu upaya sosial agar individu dapat tumbuh dengan menghayati kebebasannya dalam hidup berdampingan dengan individu lain. Pendidikan karakter dapat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas moral sumber daya manusia, sehingga tercapai keseimbangan antara pendidikan intelektual dan pendidikan watak dan peribadian. Sedangkan, [2] Lickona berpendapat bahwa “pendidikan karakter telah berjalan selama pendidikan itu ada”.

Pendidikan karakter yang biasa ditekankan antara lain sebagai berikut : (1) Kejujuran. (2) Sikap toleransi. (3) Disiplin. (4) Kerja keras. (5) Kreatif. (6) Kemandirian. (7) Sikap demokratis. (8) Rasa ingin tahu. (9) Semangat kebangsaan. (10) Cinta tanah air. (11) Menghargai prestasi. (12) Sikap bersahabat. (13) Cinta damai. (14) Gemar membaca. (15) Perduli terhadap lingkungan. (16) Perduli social. (17) Rasa tanggungjawab. (18) Religius.

Pendidikan karakter di Indonesia merupakan gerakan nasional untuk menciptakan sekolah dalam membina generasi muda yang beretika bertanggung jawab, karena pendidikan karakter lebih menekankan pada aspek nilai yang universal. Namun permasalahan pendidikan karakter di Indonesia masih sangat jauh dari kata sempurna, di tambah lagi saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 dimana semua hal tidak bisa lepas dari kata teknologi digital. Era revolusi industri 4.0 dimaksudkan sebagai sarana perkembangan teknologi yang sangat masif dan cepat sampai tidak dapat di prediksi dampaknya. Demikian pula dalam dunia pendidikan, hal ini akan terus bergerak maju mengikuti zaman sebagai akibat dari dampak revolusi industri 4.0. Maka dari itu, peran pendidik di lembaga pendidikan sangat penting dalam memberikan berbagai arahan guna memiliki nilai-nilai karakter. Karena pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksaan pendidikan nasional. [1]

Melihat berbagai fenomena pada era revolusi industri 4.0 seakan lupa akan nila-nilai karakter sebagai jati diri peserta didik. Terutama sebagai generasi penerus bangsa yang harusnya memiliki jiwa tanggung jawab atas semua kehidupannya, tetapi tidak menempatkan hal tersebut sebagaimana mestinya. Terbukti dari kurang mampunya mereka dalam mempergunakan media digital sesuai dengan kebutuhannya, karena masih banyaknya penyalahgunaan media digital di kalangan para peserta didik pada era revolusi industri 4.0. Lalu bagaimanakah yang seharusnya terjadi agar pemanfaatan revolusi industri 4.0 sebagai upaya penunjang pendidikan karakter pada peserta didik dapat berjalan dengan maksimal ?

Ada banyak nilai karakter yang perlu ditekankan dalam proses pelaksanaan pendidikan guna membentuk generasi bangsa yang berkualitas, bermartabat, dan berkarakter. [3] Adapun nilai-nilai karakter yang mungkin perlu diberikan dalam proses pendidikan di era revolusi industri 4.0 yaitu: Bertakwa, bertanggung jawab, disiplin, jujur, sopan, peduli, kerja keras, sikap yang baik, toleransi, kreatif, mandiri,rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai, bersahabat, dan cinta damai. Salah satu tanda dari era revolusi 4.0 yaitu dengan otomatisasi dan konektifitas internet dengan perangkat serta teknologi lainya. Era ini membawa tantangan sekaligus peluang bagi peserta didik dalam lingkup pendidikan. Kemampuan menyiasati keadaan dan menjadikan segala sesuatu efisien serta dipermudah juga merupakan gaya hidup di era revolusi industri ke-4 ini.

Pemanfaatan revolusi industri 4.0 dalam pengupayaan pendidikan karakter dapat di buktikan melalui suatu proses dimana peserta didik disediakan tempat yang di namakan “Ruang Ekspresi”. [4] Di tempat ini peserta didik dibebaskan dalam mengekspresikan dirinya untuk mewujudkan ide-ide kreatifnya melalui suatu karya atau inovasi yang diciptakan sesuai potensinya masing-masing. Melalui “Ruang Ekspresi” peserta didik dapat memanfaatkan media teknologi sebagai sarana untuk mengenalkan hasil karya mereka yang bertujuan untuk menginspirasi berbagai pihak sebagai upaya penyemangat dan pengembangan minat bakat mereka.

Dari kegiatan tersebut disitulah karakter peserta didik seperti kreatif, kerja keras, toleransi, dan bersahabat dapat tumbuh. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai penunjang pendidikan karakter dikalangan peserta didik walaupun dengan cara yang sederhana. Namun, melalui sebuah pembiasaan-pembiasaan yang sering dijalankan maka karakter tersebut akan tertanan dalam diri mereka yang akan menjadikan pribadi peserta didik yang lebih baik kedepannya. Melalui upaya-upaya yang dilakukan diatas maka kegiatan tersebut sudah mencerminkan pemanfaatan era revolusi industri 4.0.

Kesimpulan

Di era revolusi industri 4.0 peran pendidikan karakter perlu ditekankan dalam era ini, karena pada era ini hal paling diutamakan adalah teknologi. Berbagai hal tersebut sangat membutuhkan peran pendidik untuk membantu para peserta didik dalam pengupayaan karakterisasi mereka dalam pendidikan. Banyaknya penyalahgunaan teknologi yang dilakukan membuat banyak manusia tidak berperan sebagaimana mestinya. Jadi, pendidikan karakter sangat diutamakan dan perlu diselipkan dalam pemanfaatan era revolusi industri 4.0.

Dengan menghadapi berbagai tantangan-tantangan di era revolusi industri 4.0, yang dilakukan salah satunya menciptakan suatu inovasi yang digunakan sebagai penunjang dalam pendidikan karakter yaitu “Ruang Ekspresi”. Ruang tersebut diciptakan untuk wadah para siswa dalam mengekspresikan ide-ide kreatifnya dan dapat memperkenalkan berbagai kreasinya melalui media teknologi digital guna mengembangkat semangat minat bakat mereka dan menginspirasi berbagai pihak. Dari hal di atas dapat memberikan peluang dalam proses pendidikan karakter di era revolusi industri 4.0.

DAFTAR RUJUKAN

Albertus, Koesuma. 2007. Pendidikan Karakter. Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta : PT Grasindo.

Lickona, Thomas. 1991. Educating for Character, Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta : Bumi Aksara.

Rohendi, Edi. 2010. “Pendidikan Karakter di Sekolah.” Jurnal Pendidikan Dasar 3(1): 1-8

Suwardana, Hendra. 2017. Revolusi Industri 4.0 Berbasis Mental. Jati Unik. Vol.1: No. 2.

References

  1. Albertus, Koesuma. 2007. Pendidikan Karakter. Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta : PT Grasindo.
  2. Lickona, Thomas. 1991. Educating for Character, Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta : Bumi Aksara.
  3. Rohendi, Edi. 2010. “Pendidikan Karakter di Sekolah.” Jurnal Pendidikan Dasar 3(1): 1-8
  4. Suwardana, Hendra. 2017. Revolusi Industri 4.0 Berbasis Mental. Jati Unik. Vol.1: No. 2.