Articles
DOI: 10.21070/icecrs2020447

Merging of Think Pair and Share and Talking Stick Cooperative Learning Models


Penggabungan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share dan Talking Stick

Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan
Indonesia
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan
Indonesia
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan
Indonesia
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan
Indonesia
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan
Indonesia
Think Pair Share Talking Stick

Abstract

Learning models play an important role in the success of learning in the classroom. Therefore, teachers are encouraged to always use models in every leaning. In connection with the available leaning models, we try to combine Think Pair and Share and Talking Stick models because we want to try and examine how influential these two models are when combined, and what are the impacts on teachers and students.

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran yang berkembang di kelas umumnya ditentukan oleh peran guru dan siswa yang terlibat langsung di dalam proses tersebut.[1] Proses belajar itu kami kembangkan dengan menggabungkan dua model yaitu Think Pair and Share dan Talking Stick. Kami mencoba menemukan model pembelajaran baru yang memadukan dua model ini. Tujuan dari pengabungan itu sendiri yang paling penting adalah supaya mengetahui tingkat pemahaman siswa dengan model yang menyenangkan. penelitian ini akan membahas bagaimana langkah-langkah model pembelajaran perpaduan antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share dan Talking Stick.

METODE

Adapun metode penelitian yang kami lakukan adalah studi literatur [1] dan wawancara pada ahli yang berkaitan dengan langkah-langkah model pembelajaran perpaduan antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share dan Talking Stick.

PEMBAHASAN

Pengertian Think Pair and Share dan Talking Stick

Think Pair Share (TPS) merupakan suatu teknik sederhana dengan keuntungan besar. Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Selain itu, Think Pair Share (TPS) juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas. Model pembelajaran ini terdiri dari 3 tahapan, yaitu thinking, pairing, dan sharing.[2]

Model pembelajaran Think Pair and Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana. Teknik ini memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Keunggulan teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa. Dapat disimpulkan bahwa ada tiga hal mendasar yang harus dilakukan dalam model pembelajaran Think Pair and Share antara lain; berfikir (thinking), berpasangan (pairing), dan berbagi (share).

Model Talking Stick adalahproses pembelajaran dengan bantuan tongkat yang berfungsi sebagai alat untuk menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan. Pembelajaran dengan metode Talking Stick bertujuan untuk mendorong siswa agar berani mengemukakan pendapat.[3] Metode pembelajaran TalkingStick dalam proses belajar mengajar dikelas berorientasi pada terciptanya kondisi belajar melalui permainan tongkat yang diberikan dari satu siswa kepada siswa yang lainnya. Tongkat digulirkan dengan diiringi musik. Pada saat musik berhenti maka siswa yang sedang memegang tongkat itulah yang memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Pada penggabungan model pembelajaran Think Pair and Share dengan metode Talking Stick (Tongkat Berbicara), sebelumnya guru menyajikan materi dan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran. Kemudian siswa diminta berpasangan untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan dan menyampaikan hasil diskusinya kepada seluruh teman dikelas. Untuk menguji daya tangkap dan daya ingat siswa serta pemahaman siswa kemudian guru melanjutkan dengan model pembelajaran Talking Stick (Tongkat Berbicara).Table 1

Model Think, Pair and Share Model Talking Stick Gabungan Kedua Model
Mempersiapkan materi dan pengelompokkan siswa.Pendahuluan dalam pengajaranTahap I I ThinkingTahap II PairingTahap III SharingTahap Kesimpulan Guru menyiapkan sebuah tongkatGuru menyampaian materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menbaca dan memperlajari materiSetelah membaca dan mempelajari materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunyaGuru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guruGuru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanyaGuru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajariGuru memberikan evaluasi penilaianGuru menutup pembelajaran Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dan menyajikan materi. Pada saat masuk kelas, guru menyampaikan hal apa yang ingin dicapai hari ini, serta menjelaskan materi, misalkan dengan ceramah.Guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaranGuru meminta siswa berpasangan dengan siswa lain atau dengan teman yang disebelahnya untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya mengenai materi atau permasalahan yang telah disampaikan guru.Guru meminta kepada siswa yang berpasangan untuk berbagi pendapat kepada seluruh siswa dikeas tentang apa yang telah mereka bicarakan. Hal ini secara bergiliran dari satu pasangan ke pasangan yang lain.Berdasarkan hasil diskusi siswa yang berpasangan, guru mengaitkan dan mengarahkan pembicaraan mengenai materi dan permasalahan yang tidak diungkapkan atau diceritakan siswa pada saat menyampaikan hasil diskusi.Untuk mengetahui daya ingat dan penguasaan siswa pada hasil diskusi yang pertama dengan model pembelajaran Think Pair and Share, kemudian guru melanjutkan dengan metode Talking Stick (Tongkat Berbicara)Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yan memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian sisa mendapat baguan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh guruGuru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada yang kurang dipahami.Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari.Guru memberikan evaluasi/penilaian. Penilaian dapat lebih bervariasi dalam bentuk formatif atau subsumatif seperti pujian maupun tepuk tangan
Table 1. Langkah - Langkah Pembelajaran

Dari pembahasan langkah langkah ini sebenarnya peranan model Think Pair and Share hanya sebagai cara siswa memahami materi dan Talking Stick berperan sebagai model yang mengevaluasi sampai mana pemahaman siswa tersebut dan bagian mana dari materi itu yang belum dipahami siswa.

KESIMPULAN

Pada penggabungan model pembelajaran Think Pair and Share dengan metode Talking Stick (Tongkat Berbicara), sebelumnya guru menyajikan materi dan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran. Kemudian siswa diminta berpasangan untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan dan menyampaikan hasil diskusinya kepada seluruh teman dikelas. Untuk menguji daya tangkap dan daya ingat siswa serta pemahaman siswa kemudian guru melanjutkan dengan model pembelajaran Talking Stick (Tongkat Berbicara).

References

  1. Nurdin, Muhammad. 2011. BelajardenganPendekatan PAIKEM. Jakarta: PT BumiAksara.
  2. Rusman. 2011. Model-Model PembelajaranMengembangkanProfesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada.
  3. Trianto. 2009. MendesainModel PembelajaranInovatif dan Progresifkonsep dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: KencanaPrenada Group