Articles
DOI: 10.21070/icecrs2020459

Aisyiyah Gebang Role in Overcoming the Problems of Women and Children


Peran Aisyiyah Cabang Gebang dalam Mengatasi Persoalan Perempuan dan Anak

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
The Role of Aisyiyah Overcome The Problem Women and Children

Abstract

Aisyiyah, a Muhammadiyah women's movement that has been recognized and felt its role in society. Aisyiyah as one of the first autonomous organizations born from Muhammadiyah that has the same goals as Muhammadiyah. Aisyiyah has a special strategy program that has a future outlook on women and children. The role and function of Aisyiyah from time to time continues to grow and provide benefits for the improvement of the dignity of Indonesian women and children. The very real result is that in Gebang village, there is now a form of business charity consisting of a-qur'an Al-furqon educational park, then there is also the Islamic center Al-falah gebang youth movement. In addition to the many results of the form of business charity, but there are also problems of women and children, such as women whose husbands have died and children who are willing to work out of school to help their mothers who are no longer able to work.

PENDAHULUAN

Aisyiyah merupakan organisasi perempuan Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan beserta istrinya yang berawal dari kelompok pengajian remaja putri dan perempuan dewasa diberi nama “sopo tresno” Pemikiran ini muncul berawal dari keprihatinan K.H. Ahmad dahlan terhadap pendidikan dan peran perempuan pada masa itu yang belum mendapatkan tempat yang layak dalam masyarakat. Pada awal mulanya dinamakan Fatimah, untuk organisasi perkumpulan perempuan Muhammadiyah tetapi itu tidak diterima oleh forum rapat dan akhirnya menurut Haji Fakhrudin kemudian mengusulkan nama Aisyiyah dan diterima dalam forum rapat tersebut.[1]

Aisyiyah mengembangkan berbagai program untuk pembinaan dan pendidikan perempuan. Diantara aktivitasnya adalah membina dan mengembangkan remaja putri diluar sekolah sebagai kader Aisyiyah yang dikenal Nasyi’atul Aisyiyah. Aisyiyah juga mendirikan madrasah atau sekolah khusus puteri. Tentang keagamaan (tabligh) melalui pengajian, kursus, asrama, serta mengusahakan beasiswa untuk anak yang kurang mampu. Selain program tersebut ada banyak masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Disini peneliti akan mengambil bagian kecil peran aisyiyah dalam mengatasi persoalan perempuan dan anak di Gebang-Sidoarjo. Rentannya perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan, kita mengenal istilah Kekerasan Terhadap Perempuan (KTD). Maka sebagai organisasi perempuan Islam Aisyiyah juga telah melakukan upaya-upaya untuk tegaknya keadilan bagi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui kegiatan terwadahi seperti program Keluarga Sakniah dan Qaryah Thayyibah, Aisyiyah telah berusaha menegakkan keadilan, khususnya terhadap perempuan dan anak.

METODE

Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.[2] Penelitian kualitatif berusaha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka. Erickson (1968) Seperti pada Metode yang kami lakukan ini untuk menggambarkan fenomena sosial persoalan pada perempuan dan anak. Lokasi penelitian ini tepat berada di Kecamatan Sidoarjo tetapi kelompok kami lebih memfokuskan pada wilayah kelurahan Gebang.

Penelitian kualitatif bertumpu pada latar belakang alamiah secara holistik, memposisikan manusia sebagai alat penelitian, melakukan analisis data secara induktif, lebih mementingkan proses dariapada hasil penelitian yang dilakukan disepakati oleh peneliti dan subjek peneliti. Fokus kajian penelitian atau pokok soal yang hendak diteliti, menggunakan metode deskriptif yang berupa melakukan kegiatan wawancara, observasi, serta melakukan dokumentasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sejarah berdirinya Aisyiyah di Gebang Sidoarjo

Aisyiyah merupakan organisasi perempuan Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan beserta istrinya yang berawal dari kelompok pengajian remaja putri dan perempuan dewasa diberi nama “sopo tresno” Pemikiran ini muncul berawal dari keprihatinan K.H. Ahmad dahlan terhadap pendidikan dan peran perempuan pada masa itu yang belum mendapatkan tempat yang layak dalam masyarakat. Pada awal mulanya dinamakan Fatimah, Aisyiyah mengembangkan berbagai program untuk pembinaan dan pendidikan perempuan. Diantara aktivitasnya adalah membina dan mengembangkan remaja putri diluar sekolah sebagai kader Aisyiyah yang dikenal Nasyi’atul Aisyiyah. Aisyiyah juga mendirikan madrasah atau sekolah khusus puteri. Tentang keagamaan (tabligh) melalui pengajian, kursus, asrama, serta mengusahakan beasiswa untuk anak yang kurang mampu. Selain program tersebut ada banyak masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Figure 1.Kantor Aisiyah

Figure 2.Proses Kordinasi

Figure 3.Kegiatan Pengajian Umum

Figure 4.Kegiatan Juma't Barokah

Disini kami mengambil peran aisyiyah dalam mengatasi persoalan perempuan dan anak lebih ke wilayah kelurahan gebang. Kami juga telah melakukan wawancara ini pada salah satu pimpinan ranting Aisyiyah di kelurahan Gebang yang bertepatan di Perumahan Bumi Intan Permai yang bernama Bu Rukiyati. Menurut Ibu Rukiyati bahwa dulu sejarah pertama kalinya mendirikan pengajian binaan bu fatichah yang sekarang diberi nama pengajian as sakinah, kemudian tidak berakhir sampai situ saja dengan penasehat dari bu Fatichah akhirnya mendirikan Aisyiyah pada tahun 2002 yang diketuai oleh Ibu Tine Sanatine. Selain itu Menurut Bu Bambang Awal aisyiyah berdiri juga bisa karena lingkungan Perumahan Bumi Intan Permai kebanyakan warga nahdiyin, keberadaan aisyiyah kurang bisa diterima tetapi dengan adanya program-program yang langsung menyentuh hati masyarakat dan terlihat kalau aisyiyah ikut serta dalam andil membantu dalam masyarakat lama kelamaan Aisyiyah di Gebang bisa diterima oleh masyarakat. Berikut susunan pengurus aisyiyah ranting kelurahan gebang tahun ini :

  1. Ketua : Ibu Rukiyati
  2. Sekretaris: Ibu Anrizah
  3. Bendahara : Ibu Zuhriah
  4. Majelis KS : Ibu Dewi L
  5. Majelis Tabligh : Ibu Haryanti
  6. Majelis Kader : Ibu Izzun
  7. Majelis Eonomi : Ibu Sukesih

Peran Aisyiyah di Gebang

Peran Aisyiyah di Gebang menurut Ibu Rukiyati yaitu Aisyiyah Gebang berusaha semaksimal mungkin untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar , beberapa diantaranya ada program jum’at berkah bagi-bagi nasi dhuafa, membantu warga yang kesusahan, membuat santunan pada bulan romadhon untuk anak yatim dan dhuafa.

Program- program Aisyiyah di Gebang

Pra gerbang mempunyai beberapa majelis yang masing-masing mempunyai program yaitu sebagai berikut :

Majelis Ekonomi, programnya seperti koperasi simpan pinjam tanpa bunga

Majelis Tabligh, programnya meliputi; 1) Pengajian rutin; 2) Pelatihan perawatan jenazah

MKS ( Majelis Kesejahteraan Sosial) Programnya meliputi: 1) Menyantuni sekolah anak asuh; 2) Program rutin dibulan romadhon yaitu pembagian santunan anak yatim dan dhuafa; 3) Menyantuni janda yang kurang mampu.

Persoalan- persoalan Perempuan dan Anak

Dalam persoalan-persoalan Aisyiyah di Gebang ini banyak sekali persoalan perempuan dan anak diantaranya yaitu: 1) Perempuan yang ditinggal suaminya meninggal; 2) Cerai yang kemudian membuat dia banting tulang untuk membiayai anaknya; 3) Kemudian, persoalan anak yang bekerja sehingga membuatnya putus sekolah karna ibunya tidak sanggup untuk bekerja lagi.

Mengatasi Persoalan Perempuan dan Anak

Dalam mengatasi persoalan perempuan dan anak maka Aisyiyah di Gebang ini ada memiliki cara untuk mengatasi persoalan tersebut dianataranya sebagai berikut: 1) Dengan memberikan pelatihan cara membuat kue; 2) Memasarkan dagangan kue nya dan warga aisyiyah diwajibkan mengutamakan untuk membeli dagangan di kelompok aisyiyah; 3) Untuk anak dibantu dengan santunan dan jika anak sudah lulus sekolah diusahakan difasilitasi. Dengan bantuan mencarikan kerja. [3]

KESIMPULAN

Aisyiyah merupakan organisasi perempuan Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan beserta istrinya, Aisyiyah mengembangkan berbagai program untuk pembinaan dan pendidikan perempuan. Kelompok kami menyimpulkan bahwasannya faktor-faktor yang menyebabkan permasalahan perempuan dan anak di kelurahan Gebang ini adalah perempuan yang ditinggal suaminya meninggal, perceraian, dan anak yang bekerja sehingga membuatnya putus sekolah karna ibunya tidak sanggup untuk bekerja lagi. Dari beberapa persoalan perempuan dan anak yang tejadi di kelurahan Gebang, maka Upaya-upaya yang telah dilakukan ibu-ibu Aisyiyah ini yaitu memberikan sebuah pelatihan, dan membantu anak-anak yang putus sekolah dengan memberinya santunan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih peneliti ucapkan kepada rekan-rekan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Ucapan terimakasih yang kedua peneliti ucapkan untuk ketua serta anggota pimpinan ranting Aisyiyah yang telah membantu memberikan data maupun informasi yang dibutuhkan pada penelitian ini. Peneliti juga mengucapkan terimakasih pada berbagai pihak yang telah membantu, memberikan masukan serta mendukung penelitian ini, yang tidak bisa peneliti sebut satu persatu.

References

  1. Handayani,puspita. 2016. Aisyiyah dan ekonomi kreatif. Sidoarjo.
  2. Albi, Johan. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Sukabumi : CV Jejak, 2018)
  3. Dra. Hj. Noordjannah Djohantini,MM.,M.Si, Memecah Kebisuan, Jakarta : Komnas Perempuan