Articles
DOI: 10.21070/icecrs2020461

Analysis of Ethical Differences in Student Speaking of Educators in SDN Kedungturi and SD Al Islam Plus


Analisis Perbedaan Etika Berbicara Peserta Didik Terhadap Pendidik di SDN Kedungturi dan SD Al Islam Plus

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Ethics of Speaking

Abstract

This study aims to describe the differences in speaking ethics of students in SD Al Islam and SDN Kedungturi and describe the causes of differences in the ethics of speaking students against teachers in SD Al Islam and SDN Kedungturi. This study used qualitative research methods. Where this research is researchers used to examine the condition of natural objects. In qualitative research researchers are very important because researchers are key instruments. In this study researchers used triangulation (combined) sources. Research instruments in the form of interviews and observations. Research instruments in the form of interviews and observations.  From the results of observations and interviews researchers can answer the problem formulation which is divided into 3 indicators, namely: (1) according to the teacher and from the interview results students are friendly and also polite both at school and outside of school, (2) students speak politely to the teacher, both at  inside and outside the classroom, (3) grade 3 students are difficult to talk to using standard language, they are more likely to use language that is easily understood by him. Based on the results of the study it can be concluded there are some differences between the two. But the difference is said to be not too significant. The reason for the existence of these differences is because both have different ways of delivering and applying learning to students. It is also because the environment between the two is very different.

P ENDAHULUAN

Dalam kehidupan bermasyarakat bernegara, hingga pergaulan internsional kita memerlukan tatacara yang baik dalam bertindak, aturan yang baik dalam berperilaku sesuai akhlak. etika manusia ialah cara manusia dalam berperilaku, mengetahui hal-hal baik dan hal-hal buruk, dan berperilaku yang sesuai dengan norma dan adat yang ada.[1] Etika juga erat kaitannya dengan agama terlebih dengan akhlak yang dimiliki tiap individu. Akhlak yang baik akan menggambarkan sebuah etika yang dimiliki oleh induvidu tersebut bahwa individu tersebut baik. Dan akhlak yang buruk akan menggambarkan bahwa individu tersebut memiliki etika yang buruk atau tidak beretika.[2]

Berbicara bisa dipandang sebagai salah satu kemampuan khusus kepada manusia, bahasa dan pembicaraan itu muncul, ketika manusia mengungkapkan dan menyampaikan pikirannya kepada orang lain.[3] Sebenaranya, manusia juga memiliki cara lain selain dengan berkomunikasi dalam mengungkapkan keinginan atau tujuannya.[8],[9] Tujuan penelitian ini antara lain untuk: a) mendeskripsikan perbedaan etika berbicara siswa terhadap guru di SD Al Islam Plus dan SDN Kedungturi, b) mendeskripsikan sebab-sebab perbedaan etika berbicara siswa terhadap guru di SD Al Islam Plus dan SDN Kedungturi.

M ETODE

Dalam metode penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi.[4] Subyek dalam penelitian ini diantaranya yaitu siswa kelas 3, guru dan kepala sekolah di SDN Kedungturi dan SD Al Islam Plus. Teknik pengumpulan data dengan kegiatan wawancara dan observasi kegiatan siswa. Analsisis data dilakukan dengan mereduksi data yang sudah diperoleh dari observasi dan wawancara, keudian dilakukan penggolongan berupa uraian singkat kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data yang telah diperoleh. [7]

H ASIL DAN P EMBAHASAN

Selama proses penelitian, peneliti menggunakan mekanisme wawancara secara mendalam terhadap kepala sekolah, guru dan juga siswa kelas 3 di masing-masing sekolah. Berikut merupakan hasil analisis data dari beberapa sumber dari beberapa indikator.[5],[6] Berikut merupakan hasil dari ketiga indikator tersebut: 1) Pada indikator petama yaitu ramah dan sopan ketika berbicara dengan guru. Menurut guru dan kepala sekolah siswa-siswi di kelas ramah dan sopan baik ketika berbicara dengan guru, teman sekelas, maupun teman yang bukan satu kelas. Bahkan menurut guru kelas, ada beberapa siswa yang juga ramah ketika bertemu guru di luar lingkungan sekolah; 2) Indikator yang kedua yaitu berbicara santun kepada guru. Dari hasil wawancara dan penelitian secara mendalam kepada beberapa siswa kelas 3. Peneliti menemukan hanya sebagian kecil siswa yang berbicara kurang santun kepada guru, terlebih juga kepada teman-temannya. Hal ini menurut guru kelas merupakan hal yang wajar dan belum mencapai batas tidak wajar karena mereka masih menggunakan kata yang baik; 3) Di indikator yang ketiga yaitu berbicara yang baik dengan teman menggunakan bahasa indonesia yang baik ketika bertanya kepada guru. Menurut guru kelas "untuk siswa kelas 3 dirasa sulit ketika di ajak untuk menggunakan bahasa indonesia yang baik, terlebih jika mereka menggunakan bahasa yang baku. Hal ini karena mereka akan menggunakan bahasa yang dirasa mudah difahami olehnyaʺ.

Kendala yang ada di lapangan yakni banyaknya siswa di tiap sekolah. Hal ini dapat menjadikan kegiatan pembelajaran kadang kurang efektif. Kendala yang kedua yaitu peneliti tidak mengetahui latar belakang siswa, dan peneliti tidak dapat mengobservasi kegiatan siswa selama di luar sekolah.

Berdasarkan hasil analisis di atas maka peneliti dapat menjawab beberapa rumusan masalah yang telah tertulis yaitu, yang pertama terdapat beberapa perbedaan antara kedua sekolah yang berkaitan dengan etika berbicara siswa. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan visi dan misi antara kedua sekolah tersebut. Dimana perbedaan tersebut dapat mempengaruhi cara menyampaikan dan cara mendidik siswa yang berbeda antara kedua sekolah tersebut. Yang kedua yaitu sebab adanya perbedaan etika di kedua sekolah tersebut yaitu sistem pembelajaran yang berbeda, dan lingkungan sekolah yang juga memiliki perbedaan yang dapat dikatakan cukup signifikan. Selain dari beberapa faktor tersebut juga dikarenakan pembiasaan yang dilakukan di masing-masing sekolah yang juga berbeda.

K ESIMPULAN

Berdasar hasil analisa, wawancara dan observasi secara mendalam, maka dapat disimpulkan bahwa: (a) Terdapat beberapa perbedaan yang dijumpai di lapangan hal ini berdasarkan aturan yang diterapkan di masing-masing sekolah, lingkungan sekolah dan visi misi antar kedua sekolah yang berbeda. (b) Sebab adanya perbedaan yaitu cara penyampain dan penerapan yang sedikit berbeda antar kedua sekolah. Hal ini karena lingkungan sekitar daerah sekolah yang sangat berbeda.

U CAPAN T ERIMA K ASIH

Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam pembuatan artikel ini. Terima kasih kepada bapak Muhlasin seklau pembimbing dalam penulisan artikel ini. Dan kepada orang-orang terdekat yang telah memberi semangat dalam penyelesaian tugas ini.

References

  1. Bertnes K. 1993. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Dahlan Syawir M. 2014. Etika Komunikasi dalam Al-Quran dan Hadis. Vol. 15 No. 1 Tahun 2014.
  3. Fuad Bin Abdil Aziz asy-Syalhub. 2007. Kumpulan Adab Islam. Jakarta: Griya Ilmu.
  4. Moleong J Lexy. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Posdakarya.
  5. Muhardisyah. 2017. Etika Dalam Komunikasi Islam. Banda Aceh: Vol. 1 No. 1 Tahun 2007.
  6. Sandhono Kandharu, dkk. 2014. Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia; Teori dan Aplikasi Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  7. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  8. Tarigan Hendry Guntur. 2008. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
  9. Yazid. 2010. Adab & Akhlak Penuntut Ilmu. Bogor: Pustaka At Taqwa.