Articles
DOI: 10.21070/icecrs2021893

Analysis of Optimal Portfolio Formation Using a Single Index Model as a Basis for Investment Decision Making [Study on the Jakarta Islamic Index (JII) 2015-2017]


Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Menggunakan Model lndeks Tunggal Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi [Studi Pada Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2015-2017]

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Portofolio Optimal Single Index Model

Abstract

The aim of this research is to know the performance ofstocks that become the member ofJakarta Islamic Index  (JII) and determine what stocks are part of the optimal portfolio.  This research is a quantitative descriptive study.  The  technique  of taking samples  is  using purpose  sampling  techniques,  with  determined  criteria.  The population  needed in this study  is  42 stocks.  After doing the sampling purposes,  the sample  is  20 stocks.  The analysis  technique used is  the Single Index Model.  The results of this study reveal that there are 5 stocks which eligible to become optimal portfolio members.  These shares are UNTR, AKRA,  UNVR,  TLKM, and ADRO.  Then the proportion offunds in each consecutive share is 31.58%,  15.18%, 28.02%, 17.7% and 7.52%.  While the portfolio of the portfolio formed (expected portfolio return) is 0. 0203 or 2. 03% with portfolio risk of0. 0006 or 0. 06%.

Pendahuluan

Pada zaman yang semakin modem ini minat masyarakat untuk berinvestasi pada pasar modal semakin tinggi. Pasar modal terbukti telah berkembang pesat seperti apa yang diungkapkan Yulianto Aji Sadono di Jakarta, Sabtu 12 Desember 2017 [ 1]. Dalam pasar modal terdapat berbagai altematif investasi, salah satunya adalah saham. Untuk saat ini saham merupakan jenis investasi yang paling diminati sesuai apa yang diungkapkan oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso [2] pada sambutan pembukaan perdagangan 2018 di gedung BEi, Jakarta, Selasa (2/1/2018) yang mengatakan bahwa sepanjang tahun 2017 industri pasar modal indonesia telah menorehkan kinerja yang menggembirakan. Hal itu terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level Rp 6.355,65 angka ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah dan merupakan pertumbuhan tertinggi keempat di bursa efek kawasan Asia pasifik.

Dalam pasar modal terdapat berbagai altematif investasi, salah satunya adalah saham. Saham sendiri merupakan tanda bukti penyertaan kepemilikan modal/dana pada suatu perusahaan [3]. Meskipun investasi pada saham sangat di minati namun investor harus tetap waspada karena saham memiliki tingkat risiko yang lebih besar dibandingkan altematif investasi lainnya. Kondisi harga saham yang fluktuatif menyebabkan investor dihadapkan pada unsur ketidak pastian baik dalam investasi tunggal maupun investasi pada banyak saham, untuk itu harus dilakukan usaha guna memperkecil risiko kerugian, salah satu usaha memperkecil risiko adalah melalui portofolio saham, hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan Setiyono [4] bahwa teori portofolio didasarkan pada kenyataan bahwa investor tidak akan menginvestasikan dananya pada satu jenis saham, mereka melakukan diversifikasi dengan cara membagi-bagikan dananya untuk diinvestasikan ke beberapa jenis saham, sehingga apabila terjadi kerugian berupa satu jenis saham yang jatuh dan saham jenis lainnya naik maka akan membantu menutupi kerugian pada salah satu saham yangjatuh.

Selama proses membentukan portofolio yang baik dikenal yang namanya portofolio efisien, yakni suatu kondisi dimana kita akan memperoleh risiko terkecil dan mendapat return yang sama atau kondisi dimana kita memperoleh returnbesar dan risiko yang sama [5]. Umurnnya portofolio optimal akan diambil dari beberapa portofolio efisien, dan portofolio optimal dipilih karena dapat memperikan kombinasi return dan risiko terbaik [5].

Pada saat memilih saham yang membentuk portofolio optimal hendaknya tidak melakukan diversifikasi secara random karena apabila melakukan penambahan jumlah saham dalam satu portofolio secara terns menerus tanpa adanya perhitungan dan dasar yang jelas maka pada suatu titik tertentu dapat semakin mengurangi manfaat diversifikasi dan justru akan memperbesar tingkat risiko [6], untuk itu pembentukan portofolio melalui analisis perhitungan yang jelas seperti Model Indeks Tunggal atau Model Markowitz penting untuk dilakukan.

Model analisis yang digunakan untuk membentuk portofolio optimal adalah Model Markowitz dan Model indeks tunggal. Model markowitz dapat digunakan untuk membentuk portofolio optimal namun model ini tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa investor dapat melakukan investasi pada aset yang bebas risiko, padahal pada kenyataannya investor bebas memilih untuk menginvestasikan dana nya pada aset yang berisiko atau yang bebas risiko, dan dalam model indeks tunggal memasukkan pertimbangan bahwa investor dapat melalkukan investasi bebas risiko ke dalam portofolionya.

Model Indeks tunggal merupakan penyederhanaan perhitungan dari Model Matkowitz. Dalam model indeks tunggal memungkinkan untuk menyeleksi banyak saham kemudian menentukan kombinasi saham yang merupakan portofolio optimal, caranya dengan mengurutkan berdasarkan excessreturntobetakemudian menentukan mana saham yang memenuhi kriteria sebagai portofolio optimal dan mana yang bukan kriteria portofolio optimal memalui pembatas yang dinamakan cut-offpoint.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan sample HI karena sebagian besar warga Indonesia beragama Islam. Menurut Nurfarida [7] selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa perkembangan pasar modal syariah sangat baik dan masih memiliki peluang besar untuk meningkat lebih baik. HI sendiri merupakan saham-saham syariah yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas yang tinggi karena sebelum menjadi bagian dari HI saham-saham tersebut sudah melalui bebetapa tahap seleksi. Walaupun saham HI merupakan saham yang bagus, nemun tetap diperlukan adanya analisis Portofolio Optimal karena JII juga tidak luput dari fluktuasi return.Hal tersebut dapat dilihat dari grafik naik turunnya harga saham pada Jlldari tahun 2015 sampai dengan awal 2018 dibawah ini:

Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa harga saham yang terdapat pada indeks HI mengalami fluktuasi yang lumayan tajam dari tahun 2015 hingga 2017. Melihat kondisi pasar yang tidak menentu ini maka sebagai investor harus tetap waspada karena risiko masih mungkin utnuk dijumpai meskipun kita telah memilih saham-saham yang terkenal liquid, perhitungan secara nyata dan teliti diperlukan untuk menjamin kita telah memilih kombinasi saham yang tepat.

Metode

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jadi, dalam penelitian ini peneliti tidak menguji hipotesis melainkan mengungkapkan data mengenai suatu konsidi, variable, atau gejala. [9]

Populasi Menurut Sugiyono [10] merupakan tempat atau kelompok yang mempunyai karakteristik serta kualitas tertentu agar dapat diteliti dan ditarik menjadi suatu kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan gopublic yang menjadi anggota Jakarta Islamic Index pada tahun 2015 hingga 2017. Total populasi yang diperoleh adalah 42 perusahaan. Sampel merupakan perwakilan dari populasi yang mana karakteristiknya sesuai dengan kehendak peneliti [11]. Penelitian ini menggunakan purpose sampling dengan kriteria saham perusahaan tercatat di BEi dan saham perusahaan tercatat sebagai anggota HI selama 6 periode berturut-turut pada tahun 2015 sampai 2017, sehingga terpilih 20 sample dari 42 populasi.

Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dengan sumber data sekunder. Data yang diteliti berupa harga penutupan saham setiap akhir bulan, harga penutupan saham JakartaIslamic Index(JII), dan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS).

Teknik analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut:

l. Mencari total return realisasi tiap-tiap saham

2. Mencari expected return tiap-tiap saham

3. Mencari return pasar (R) serta returnekspektasi pasar (E(R,)) dengan dasar Indeks Harga Jakarta Islamic

4. Mencari Beta serta Alpha tiap-tiap saham

5. Mencari risiko investasi

a. Menghitung risiko sistematis dan risiko tidak sistematis.

Risiko sistematis dihitung menggunakan ["· o,,, sedangkan risiko tidak sistematis (ca") diukur menggunakan rumus:

b. Menghitung risiko total saham

6. Mencari tingkat pengembalian bebas risiko (Rge )

Penelitian ini menggunakan tingkat Suku bunga Bank Indonesia Syariah (SBIS) sebagai tingkat pengembalian bebas risiko. Perusahaan yang mempunyai E(R,)>Rgp maka lanjut pada tahap berikutnya.

7. Menghitung excess return to beta (ERB)

8. Menghitung nilai A,dan B,

9. Menghitung Cut-Off Point (C*)

l0. Menghitung nilai proporsi dana persekuritas dalam portofolio optimal

l l. Menghitung Beta dan Alpha portofolio

12. Menentukan expected returnportofolio

13. Menentukan risiko portofolio

Hasil dan Pembahasan

Berikut beberapa tahapan yang digunakan untuk menganalis data:

A.Perhitungan return saham individu (Ri) dan return ekspektasi masing-masing saham E (Ri) Tabel1.Total ReturnRealisasi Masing-masing Saham Selama Periode 2015-2017

Kode Saham Ri E (Ri)
AALI -0,3875 -0,0108
ADRO 0,8919 0,0248
AKRA 0,5646 0,0157
ASII 0,28 0,0078
BSDE 0,0631 0,0018
ICBP 0,4515 0,0125
INDF 0,3094 0,0086
KLBF 0,027 0,0008
LPKR -0,5533 -0,0154
LSIP 0,0262 0,0007
PGAS -0,8542 -0,0237
PTPP -0,1588 -0,0044
SMGR -0,3093 -0,0086
SMRA -0,2276 -0,0063
SSMS 0,1107 0,0031
TLKM 0,5757 0,016
UNTR 0,9123 0,0253
UNVR 0,6645 0,0185
WIKA -0,6964 -0,0193
Table 1.Total Return Realisasi Masing-masing Saham Selama Periode 2015-2017Sumber: data diolah

Dari tabel 1 diatas tersebut dapat dilihat bahwa returnrealisasi masing-masing perusahaan setiap tahun selalu berfluktuatif, ada beberapa perusahaan yang selalu menghasilkan keuntungan berturut-turut setiap tahunnya, dan juga ada beberapa perusahaan yang mengalami kerugian.

Sedangkan untuk perhitungan returnekspektasi dari masing-masing saham menunjukkan bahwa dari 20 saham yang dianalisis, hanya 13 saham yang mampu memberikan nilai E(Ri) > 0. Sedangkan saham yang

memiliki E(Ri) < 0 akan diabaikan karena investorbersikap rasional yang artinya investortidak akan memilih

saham yang tidak memberikan keuntungan.

B. P er h i t un ga n re t ur n p a s a r ( R m ) d a n re t ur n e k s pe k t a s i E ( R m )

Dasar pengukuran return pasar menggunakan harga penutupan saham Jakarta Islamic Index (JII).

N o B u l a n T a h u n
2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7
Januari 0,0226 0,0156 -0,0069
2 Februari 0,0218 0,0475 0,0127
3 Maret 0,0084 0,0169 0,0290
Table 2.Return Pasar (Rm) LQ 45 Periode 2015-2017
4 April -0,0871 0,0009 0,0276
5 Mei 0,0500 -0,0068 -0,0061
6 Juni -0,0588 0,0701 0,0217
7 Juli -0,0229 0,0465 -0,0016
8 Agustus -0,0681 0,0279 -0,0028
9 September -0,0705 -0,0096 -0,0174
10 Oktober 0,0540 0,0003 -0,0063
11 November -0,0107 -0,0773 -0,0206
12 Desember 0,0406 0,0167 0,0636
Rm= 0,1209
Table 3.Total Return PasarSumber: data diolah

Dari tabel diatas ditemukan total return pasar sebesar 0,1209. Sedangkan untuk perhitungan return ekspektasi pasar menggunakan aritmatic mean, yaitu total return pasar dibagi dengan jumlah periode penelitian sehingga diperoleh hasil sebesar 0,0034.

C. P er h i t un ga n B e t a da n A l ph a m as i n g - m a s i n g s a h a m .

Beta saham yang besar menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap pergerakan pasar, artinya apabila terjadi kenaikan atau penurunan indeks pasar maka saham tersebut bereaksi sangat aktif terhadap perubahan tersebut. Beta suatu saham yang tinggi menunjukkan tingkat risiko yang tinggi pada saham tersebut. Sedangkan Alpha sendiri merupakan variabel lain yang tidak ada hubungannya dengan returnpasar.

Kode Wi Bi Wi· pi Saham
1 ADRO 1,4699 0,0198
2 AKRA 0,3026 0,0147
3 ASII 1,5038 0,0027
4 BSDE 1,5 -0,0033
5 ICBP 1,0545 0,0089
6 INCO 0,562 0,0051
7 INDF 1,282 0,0042
8 KLBF 1,1109 -0,003
9 LSIP 0,5827 -0,0013
10 SSMS 1,3759 -0,0016
11 TLKM 0,7951 0,0133
12 UNTR 0,5188 0,0235
13 UNVR 0,641 0,0163
Table 4.Beta dan Alpha Masing-masing SahamSumber: data diolah

Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa nilai beta ([) saham adalah positif. Nilai beta tertinggi dirniliki oleh saham PT Astra International Tbk (ASII) yaitu sebesar 1,5038. Maka berarti saham tersebut sangat rentan atau sensitif terhadap perubahan kondisi pasar. Artinya setiap 1 % perubahan yang terjadi pada pasar akan mengakibatkan perubahan keuntungan sebesar 1,5038% dengan arah yang sama.

D . P er h i t ung a n r i s i k o i n ve st a s i p a d a m a si n g - m asi n g s a h a m

Risiko total merupakan penjumlahan antara risiko sistematis (3·o") dan risiko tidak sistematis atau varian kesalahan residu yang menunjukkan risiko yang unik terjadi dalam perusahaan (a"), dimana varian

return pasar (0,") sebesar 0,0015. Berikut perhitungan risiko dari masing-masing saham:

T a b e l 4 .

Page]7

N o K od e S a h a m c e i ' 2 p i / 2 · c m ' ' 2 6 i / 2

ADRO 0,0083 0,0032 0,0115
2 AKRA 0,0052 0,0001 0,0053
3 ASII 0,0051 0,0034 0,0085
4 BSDE 0,0027 0,0034 0,0061
5 ICBP 0,0021 0,0017 0,0038
6 INCO 0,0282 0,0005 0,0287
7 INDF 0,0037 0,0025 0,0062
8 KLBF 0,002 0,0019 0,0039
9 LSIP 0,0143 0,0005 0,0148
10 SSMS 0,0084 0,0028 0,0112
11 TLKM 0,002 0,0009 0,0029
12 UNTR 0,005 0,0004 0,0054
13 UNVR 0,0027 0,0006 0,0033
Table 5.Risiko Total Masing-masing SahamSumber: data diolah

Dari tabel diatas nilai risiko total terbesar adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yaitu sebesar 0,0287

Sedangkan risiko total terkecil adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yaitu sebesar

0,0029.

E . P er hitun ga n re t u r n akt i v a b e b a s ri s i k o ( Re e )

Rgp merupakan tingkat pengembalian atas asetfinancialyang tidak berisiko.

Tabel5.Suku Bunga Bank Indonesia SyariahTahun 2015-2017 dalam %

Bu l a n T a h u n

20 1 5 20 1 6 2 0 1 7

Januari 6,93 6,70 6,00

Februari 6,67 6,65 6,01

Maret 6,65 6,75 6,05

April 6,66 6,75 6,06

Mei 6,66 6,75 6,07

Juni 6,67 6,50 6,08

Juli 6,69 6,50 6,02

Agustus 6,80 6,50 5,60

September 7,15 6,25 5,26

Oktober 7,15 6,00 5,30

November 7,15 6,00 5,27

Desember 7,15 6,00 5,27

Jumlah 82,33 77,35 68,98

Rata-rata per 6,86 6,45 5,75

periode Rp 0,53

S u m b e r : d at a d i o l a h

Berdasarkan tabel diatas nilai returnaktiva bebas resiko diperoleh dari jumlah rata-rata suku bunga selama tiga tahun yang kemudian dibagi dengan periode penelitian sehingga didapat nilai ekspektasi yaitu sebesar

0,53% atau 0,0053.

F . P er h it ung a n E xce s s R e t u rn t o B e t a ( E R B )

ERB merupakan selisih return ekspektasi dengan return aktiva bebas risiko. Berikut adalah hasil

perhitungan nilai ERB masing-masing saham:

1 ADRO 0,0248 0,0053 1,4699 0,0133
2 AKRA 0,0157 0,0053 0,3026 0,0344
3 ASII 0,0078 0,0053 1,5038 0,0017
4 BSDE 0,0018 0,0053 1,5000 -0,0023
5 ICBP 0,0125 0,0053 1,0545 0,0068
6 INCO 0,0070 0,0053 0,5620 0,0030
7 INDF 0,0086 0,0053 1,2820 0,0026
8 KLBF 0,0008 0,0053 1, 1109 -0,0041
9 LSIP 0,0007 0,0053 0,5827 -0,0079
10 SSMS 0,0031 0,0053 1,3759 -0,0016
11 TLKM 0,0160 0,0053 0,7951 0,0135
12 UNTR 0,0253 0,0053 0,5188 0,0386
13 UNVR 0,0185 0,0053 0,6410 0,0206
Table 6.Nilai ERB Masing-masing SahamSumber: data diolah

Berdasarkan tabel diatas, nilai ERB tertinggi dimiliki oleh saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNTR) yaitu sebesar 0,0386. ERB menunjukan hubungan antara dua faktor penentu investasi, yaitu returndan risiko. Portofolio optimal akan berisi saham dengan nilai ERB yang tinggi. Sedangkan nilai ERB yang rendah tidak termasuk dalam portofolio yang optimal, jadi nilai ERB minus tidak diikutkan perhitungan selanjutnya.

G . P er h it ung a n A , B , da n Cu t - O f f P o i n t ( C )

Besarnya nilai cut-offpoint ditentukan dengan mengurutkan saham-saham pada tabel 6 dari nilai ERB

terbesar ke nilai ERB terkecil, menghitung nilai A, dan B,, kemudian menghitung nilai C,. Besarnya cut-off point(C) adalah nilai dimana ERB terakhir kali masih lebih besar dari nilai C,. adalah nilai Cut-OffPoint

1 UNTR 0,0386 2,0752 53,8307 2,0752 53,8307 0,0029
2 AKRA 0,0344 0,6052 17,6090 2,6804 71,4397 0,0036
3 UNVR 0,0206 3,1338 152,1781 5,8142 223,6178 0,0065
4 TLKM 0,0135 4,2538 316,0920 10,0680 539,7098 0,0083
5 A D R O 0 , 0 1 3 3 3 , 453 4 2 6 0 , 3 1 4 0 1 3 , 5 2 1 4 8 00 , 0 2 3 8 * 0 , 00 92
6 ICBP 0,0068 3,6154 529,5096 17,1368 1329,5334 0,0086
7 INCO 0,0030 0,0339 11,2001 17,1707 1340,7335 0,0086
8 INDF 0,0026 1,1434 444,1957 18,3141 1784,9292 0,0075
9 ASII 0,0017 0,7372 443,4146 19,0513 2228,3438 0,0066
Table 7.Perhitungan Ai, Bi, Aj, Bj, dan CiSumber: data diolah

Berdasarkan data tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai C* adalah 0,0092. Nilai tersebut berada pada urutan ke 5, yaitu pada saham ADRO. Saham yang memiliki nilai ERB< cut-offpointtidak dapat dimasukkan dalam pembentukan portofolio optimal seperti saham ICBP, INCO, INDF, dan ASII. Sehingga ditemukan 5 saham yang terpilih dalam portofolio optimal, yaitu UNTR, AKRA, UNVR, TLKM, ADRO.

H . Perhitungan besarnya proporsi dan amasing - masing saham dalam portofolio optimal

Besarnya proporsi dana masing-masing pada saham optimal dipengaruhi oleh ERB dan cut-offpoint,nilai

risiko tidak sistematis dan risiko sistematis. Semakin besar nilai ERB semakin besar pula proporsi dananya.

UNTR 0,5188 0,0050 0,0386 0,0092 3,0505 0,3158
2 AKRA 0,3026 0,0052 0,0344 0,0092 1,4664 0,1518
3 UNVR 0,6410 0,0027 0,0206 0,0092 2,7064 0,2802
4 TLKM 0,7951 0,0020 0,0135 0,0092 1,7095 0,1770
5 ADRO 1,4699 0,0083 0,0133 0,0092 0,7261 0,0752
Table 8.Besarnya Proporsi Dana Tiap-Tiap SahamSumber: data diolah

Secara berturut-turut proporsi dananya adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 0,3158 atau

31,58%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sebesar 0,1518 atau 15,18%, PT Unilever Indonesia Tbk. Tbk (UNVR) sebesar 0,2802 atau 28,02%, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 0,1770 atau 17,7%, PT Adaro Energy Tbk. Tbk (ADRO) sebesar 0,0752 atau 7,52%

I. Per h i t u n ga n B e t a da n A l p h a P o r t o f o l i o

1 UNTR 0,3158 0,5188 0,1638
2 AKRA 0,1518 0,3026 0,0459
3 UNVR 0,2802 0,6410 0,1796
4 TLKM 0,1770 0,7951 0,1407
5 ADRO 0,0752 1,4699 0,1105
Sumber: data diolah Bp 0,6405
Table 9.Perhitungan Beta Portofolio

Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas, diperoleh nilai beta portofolio sebesar 0,6405. Artinya jika kenaikan / penuruna returnpasar sebesar 10%, portofolio tersebut akan mengalami kenaikan / penurunan returnsebesar 6,405%.

Sedangkan perhitungan alpha portofolio dapat dilihat pada tabel dibawah.

1 UNTR 0,3158 0,0235 0,0074
2 AKRA 0, 1518 0,0147 0,0022
3 UNVR 0,2802 0,0163 0,0046
4 TLKM 0,1770 0,0133 0,0024
5 ADRO 0,0752 0,0198 0,0015
Ap 0,0181
Table 10.Perhitungan Alpha Portofolio

Dari tabel di atas diperoleh nilai alpha portofolio sebesar 0,0181, menunjukkan bahwa returnportofolio yang tidak dipengaruhi oleh pasar adalah sebesar 1,81 %.

J . P erh it un ga n e x p e c t e d re t ur n p o r t o f o l i o

Expected Return Portofolio bertujuan untuk mengetahui tingkat pengembalian yang akan diperoleh dari portofolio terbentuk. Terdiri dari tiga komponen perhitungan, yaitu beta portofolio sebesar 0,6405, alpha portofolio sebesar 0,0181, dan returnekspektasi pasar sebesar 0,0034.

Besarnya expectedreturnportofolio dapat dihitung sebagai berikut:

E(R,) = 0,0181 + (0,6405 x 0,0034) = 0,0203

sehingga expected returnsebesar 0,0203 atau 2,03%.

K. P erh it un ga n ri s i k o p o r t o f o l i o

Risiko portofolio dihitung menggunakan rumus o, = 9,·0,,. Maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: =

sehingga resiko sebesar 0,0006 atau 0,06%.

(0,6405) x0,0015 = 0,0006

L . E f i c i e n t F r o n t i e r

Pada saat melakukan penelitian pada tabel 6 ditemukan 9 saham yang memiliki ERB positif dan merupakan calon portofolio optimal. Apabila 9 saham tersebut dimasukkan kedalam grafik Efficientfrontier milik Model Markowitz

Berdasarkan perhitungan ditemukan hanya 3 saham yang menyinggung garis eficient frontier,saham tersebut adalah UNTR, UNVR, dan TLKM.

Titik-titik berwarna biru pada gambar 5 menunjukkan kombinasi posisi returndan risikodari ke-9 saham individual yang menjadii kandidat portofolio optimal, sedangkan garis hitam yang menghubungkan titik saham UNTR, UNVR dan TLKM menunjukkan letak eficientfrontieryang menggambarkan kombinasi saham dengan nilai risiko terkecil pada tingkat returntertentu.

Pada gambar tersebut juga dapat dilihat bahwa sebagian besar saham berada dibawah garis eficientfrontier, yang berarti bahwa pada tingkat returnyang sama investasi pada saham yang menyinggung garis eficient frontiermampu memberikan risiko yang lebih kecil.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan 5 saham yang terpilih sebagai pembentuk portofolio optimal, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Pada saat investor berinvestasi menggunakan portofolio optimal tersebut maka investordapat menempatkan dananya dengan proporsi UNTR sebesar 31,58%, AKRA sebesar 15,18%, UNVR sebesar 28,02%, TLKM sebesar 17,7%, dan ADRO sebesar

7,52%. Kombinasi saham portofolio optimal dapat memberikan expected returnportofolio sebesar 0,0203 atau 2,03% dengan risiko sebesar 0,0006 atau 0,06%.

References