Articles
DOI: 10.21070/icecrs2021894

The Effect of Good Corporate Governance on Investment Decisions in the Trade, Service and Investment Sector Listed on the IDX in 2013-2017


Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Keputusan Investasi Pada Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi Yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2017

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Board of Directors Board of Commissioners Audit Committee CSR and ROE

Abstract

This study aims to determine the Effect of Good Corporate Governance on Investation Decision in the Trade, Service and Investment Sectors listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2017.This study uses quantitative descriptive research using multiple linear regression analysis techniques and uses Program Eviews 10. The hypothesis in this study is that there is a partial and simultaneous influence on Good Corporate Governance and Corporate Social Responsibility as an independent variable on ROE as the dependent variable.The research results obtained are for partial hypothesis testing of the Board of Directors does not have a significant effect on ROE, the Board of Commissioners has a significant effect on ROE, the Audit Committee, CSR has no significant effect on ROE. While simultaneously the Board of Directors, Board of Commissioners, Audit Committee and CSR have a significant effect on ROE

Pendahuluan

Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya tentu memiliki tujuan tertentu, salah satunya yakni mendapatkan profit atau keuntungan. Tingkat efektivitas manajemen dapat diketahui dari keuntungan penjualan melalui tingkat rasio profitabilitas yang dimiliki [1]. Return On Equity (ROE) merupakan salah satu komponen untuk mengetahui tingkat kenaikan profit perusahaan. Rasio ini penting bagi pihak yang berkepentingan yaitu untuk mengetahui pengelolaan modal sendiri apakah sudah efektif atau efisien [2]. Kinerja perusahaan yang diukur dengan profitabilitas (ROE) memerlukan pengelolaan perusahaan yang bagus, maka dari itu perusahaan perlu menerapkan Good Corporate Governance (GCG). GCG telah menjadi isu yang trending jaman sekarang. Untuk menghasilkan value added bagi para stakeholders perlu diterapakan GCG karena GCG merupakan peraturan dalam rangka pengendalian perusahaan Salah satu indikator GCG adalah Dewan direksi. Dewan Direksi adalah pihak dalam suatu perusahaan sebagai pelaksana dan pengelolaan perusahaan. Dewan Komisaris sebagai pengawas atau penasehat bagi dewan direksi di dalam suatu perusahaan. Peranan dewan komisaris sangat penting dan berpengaruh dalam menentukan keberhasilan implementasi GCG. Sedangkan komite audit bertugas untuk menelaah dan mengevaluasi laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan [3]. Dalam penelitiannya [4] menyebutkan bahwa dewan direksi dan komite audit berpengaruh terhadap ROE. Sedangkan dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap ROE. [5] menjelaskan Corporate Social Responsibility sebagai sistem pada suatu perusahaan atau organisasi yang secara sukarela menggabungkan perhatian terhadap lingkungan sosial kedalam kegiatan operasinya dan interaksinya dengan stakeholders, yang melebihi tanggung jawab organisasi dibidang hukum. Corporate Social Responsibility merupakan suatu upaya tanggung jawab yang dijalankan oleh suatu perusahaan atau organisasi yang mana hasilnya akan dirasakan oleh lingkungan maupun masyarakat sekitar. Cakupan Corporate Social Responsibility yang digunakan adalah 1) kategori ekonomi seperti keberadaan pasar, bantuan financial yang diterima, nilai ekonomi yang dihasilkan. 2) kategori sosial dan lingkungan seperti bantuan korban bencana alam, peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan sarana prasarana ibadah, pelestarian alam, prasarana umum dan bantuan kemasyarakatan. 3) kategori ketenagakerjaan seperti kesehatan dan keselamatan pekerja, usia kerja yang tidak boleh dibawah umur dan lain-lain. Objek yang digunakan penelitian ini adalah sektor perdagangan, jasa dan investasi, sub sektor hotel, restoran dan pariwisata yang terdaftar di BEI.

Metode

No Variabel Indikator Skala Pengukuran
1 Return On Equity Rasio
2 Dewan Direksi
3 Dewan Komisaris
4 Komite Audit
5 CSR Dummy CSDIj=
Table 1.Definisi Operasional, indikator dan skala pengukuran variabel Sumber: data diolah

“Lokasi penelitian dilakukan di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan melalui situs resmi BEI yaitu www.idx.co.id.”

“Data ini diperoleh dari laporan keuangan berupa Annual report yang diterbitkan perusahaan dan telah diaudit selama lima tahun 2013-2017. Metode yang dilakukan untuk mendapatkan data yang diinginkan dengan membuka Annual report dari objek yang diteliti, sehingga dapat diperoleh laporan keuangan, gambaran umum perusahaan serta perkembangannya yang kemudian digunakan dalam penelitian. Situs yang digunakan adalah www.idx.co.id. Selain itu, dilakukan juga studi pustaka yaitu pengumpulan data dengan cara mempelajari dan memahami buku-buku yang mempunyai hubungan dengan analisis rasio keuangan, GCG dan CSRseperti dari literatur, jurnal-jurnal dan hasil penelitian yang diperoleh dari perpustakaan maupun sumber lain.”

  1. Variabel Penelitian
  2. Lokasi Penelitian
  3. Jenis dan Sumber Data
  4. Populasi dan Sampel

“Populasi adalah wilayah umum yang terdiri atas subjek atau objek yang memiliki kualitas dan karekteristik tertentu yang diterapakan oleh peneliti untuk dipelajari lalu selanjutnya ditarik kesimpulan [6]. Populasi dalam penelitian ini adalah 21 perusahaan Hotel, Restoran dan Pariwisata yang terdaftar di Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi, khususnya sub sektor Restoran, Hotel dan Pariwisata yang laporan keuangannya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).”

“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, apa yang dipelajari dari sampel itu kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk pupulasi [6]. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut:”

  1. Perusahaan Hotel, Restoran dan Pariwisatayang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2017.
  2. Perusahaan yang memiliki nilai ROE positif selama periode 2013-2017.
  3. Perusahaan Hotel, Restoran dan Pariwisatayang melakukan CSR dalam kurun waktu tahun 2013-2017.

“Teknik analisis data untuk penelitian ini menggunakan teknik Analisis regresi data panel bertujuan untuk menerangkan besarnya pengaruh ukuran dewan direksi, dewan komisaris, komite audit dan CSR terhadap ROE.

Persamaan regresi linier berganda adalah:

Dimana:

Y = ROE

a = konstanta persamaan regresi

b1 = koefisien regresi

b2 = koefisien regresi

b3 = koefisien regresi

X1 = Ukuran Dewan Direksi

X2 = Ukuran Dewan Komisaris

X3 = Ukuran Komite Audit

X4 = CSR

e = Nilai Error

Hasil dan Pembahasan

Y X1 X2 X3 X4
Mean 4.447077 4.923077 4.261538 2.738462 0.085198
Median 3.480000 5.000000 4.000000 3.000000 0.055000
Maximum 15.72000 7.000000 6.000000 3.000000 0.209000
Minimum 0.110000 2.000000 3.000000 2.000000 0.020000
Std. Dev. 4.392148 1.544220 1.034966 0.442893 0.056840
Skewness 1.153698 -0.127224 0.057508 -1.085217 0.387822
Kurtosis 3.436092 1.658876 1.719521 2.177696 1.640039
Jarque-Bera 14.93443 5.046593 4.476486 14.58971 6.638444
Probability 0.000572 0.080195 0.106646 0.000679 0.036181
Sum 289.0600 320.0000 277.0000 178.0000 5.537900
Sum Sq. Dev. 1234.622 152.6154 68.55385 12.55385 0.206771
Observations 65 65 65 65 65
Table 2.Hasil Uji Statistik DeskriptifSumber: data diolah

Dari tabel 2 diatas dapat diketahui jumlah sampel observasi adalah 65 sampel, dengan nilai rata rata ROE sebagai variabel Y adalah sebesar 4.447077 dengan standart deviasi sebesar 4.392148, sedangakan Dewan Direksi (X1) nilai rata-ratanya sebesar 4.923077 dengan standar deviasi sebesar 1.544220, Dewan Komiasaris (X2) nilai rata-rata sebesar 4.261538 dengan standar deviasi sebesar 1.034966, lalu Komite Audit (X3) nilai rata-rata sebesar 2.738462 dengan standar deviasi 0.442893, variabel terakhir adalah CSR (X4) nilai rata-rata sebesar 0.085198 dengan standar deviasi sebesar 0.056840.

Uji asumsi klasik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
X1 0.108229 13.23432 1.168843
X2 0.243322 21.50583 1.180390
X3 1.273168 45.04731 1.131034
X4 75.27100 3.614509 1.101363
C 11.00287 50.60954 NA
Table 3.Hasil Uji MultikolinearitasSumber: data diolah

“Berdasarkan tabel 3 nilai VIF dari masing-masing variabel Dewan direksi atau X1 sebesar 1.68843, dewan komisaris atau X2 sebesar 1.180390, komite audit atau X3 sebesar 1.131034 dan corporate social responsibility atau X4 sebesar 1.101363, semua angka tersebut > 0.05 dan <10 maka dapat dipastikan jika keempat variabel lolos uji multikolinearitas atau tidak terjadi multikolinearitas.”

Series residual
Sample 65
Observation 65
Mean -1.98e-16
Median 0.225200
Maximum 2.055385
Minimum -2.49422
Std.deviasion 1.133
Skewness -0.512
Kurtosis 2.731
Jarque-Bera 3.042674
Probability 0.218420
Table 4.Hasil uji normalitassumber: data diolah

Berdasarkan tabel 4 maka dapat diperoleh nilai Probability Jarque-Bera sebesar 0.2184>0.05 maka dapat diartikan data terdistribusi normal.

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic 2.491542 Prob. F(2,57) 0.0918
Obs*R-squared 5.145233 Prob. Chi-Square(2) 0.0763
Table 5.Hasil Uji AutokorelasiSumber: data diolah

“Berdasarkan tabel 5 diatas dapat diketahui nilai prob. F(2,57) yaitu 0,0918> Alpha 0.05 maka tidak terjadi autokorelasi hasil dari olah data diatas diperoleh 1.73111<2.104542<2.26889 DU<DW<4-DL maka H0 diterima artinya tidak terjadi autokorelasi.”

  1. Statistik Deskriptif
  2. Uji Asumsi Klasik
  3. Uji Multikolinearitas
  4. Uji Normalitas
  5. Uji Autokorelasi
  6. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: Glejser
F-statistic 1.144491 Prob. F(4,59) 0.3446
Obs*R-squared 4.608352 Prob. Chi-Square(4) 0.3299
Scaled explained SS 6.742213 Prob. Chi-Square(4) 0.1502
Table 6.Hasil Uji HeteroskedastisitasSumber: data diolah

Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui nilai probability sebesar f(4,59) 0.3446>0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Chow digunakan untuk memilih apakah model Common effect atau Fixed Effect yang lebih tepat digunakan. Jika Common Effect lebih bagus dibandingkan Fixed Effect tidak perlu membandingkan Fixed Effect dengan Random Effect tetapi jika lebih bagus Fixed Effect daripada Common Effect maka harus membandingkan Fixed Effect dengan Random Effect menggunkaan Uji Hausman. Berikut dibawah ini hasil dari Chow Test:

Redundant Fixed Effects Tests
Equation: FE
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 3.818336 (12,48) 0.0004
Cross-section Chi-square 43.561533 12 0.0000
Table 7.Hasil Uji Chow Sumber: data yang diolah

Berdasarkan tabel 7 nilai probability F 0.0004<0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima maka yang dipilih adalah model FE (fixed effect model).

Correlated Random Effects - Hausman Test
Equation: RE
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 14.428975 4 0.0060
Sumber: data diolah
Table 8.Hasil Uji Hausman

“Berdasarkan tabel 8 nilai probability F 0.006<0,05. Dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak maka yang dipilih adalah model FE (fixed effect model).”

Berikut hasil uji hipotesis dari penelitian ini:

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
X1 -0.546754 1.484521 -0.368303 0.7143
X2 2.286531 0.875663 2.611199 0.0120
X3 -1.604012 1.100204 -1.457922 0.1514
X4 2.426713 11.79073 0.205815 0.8378
C 1.580419 8.669811 0.182290 0.8561
Table 9.Hasil Uji ParsialSumber: data diolah

“Hasil penelitian menunjukkan Dewan Direksi tidak berpengaruh terhadap ROE dengan tingkat signifikan sebesar 0.7143>0.05, sedangkan nilai t hitung sebesar -0.3683303, dengan kata lain Dewan Direksi memiliki hubungan arah negatif dan tidak signifikan terhadap ROE. Hal ini dapat diartikan keberadaan Dewan direksi tidak mempengaruhi jumlah profitabilitas yang didapatkan perusahaan. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh [7], [8] yang menyatakan bahwa Dewan Direksi berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Namun penelitian ini sejalan dengan [9], [10] yang mengungkapkan bahwa dewan direksi tidak memilki pengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROE), hal ini dapat menjelaskan jika banyaknya anggota Dewan Direksi tidak menjamin kefektifan dalam menjalankan tugas tanggung jawabnya dalam mengelola perusahaan.”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewan Komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap ROE dengan nilai t hitung sebesar 2.611199 dan tingkat signifikan sebesar 0.0120<0.05. Jadi dengan adanya Dewan Komisaris disuatu perusahaan dapat menjadi dorongan dan motivasi pegawai untuk mengelola modal dengan baik yaitu dengan cara memproduksi barang atau produk yang diperlukan konsumen, bekerja secara efektif dan efisien demi mendapatkan laba yang tinggi. Dewan komisaris terdiri dari dewan komisaris internal dan eksternal, Tugas Dewan Komisaris internal adalah mengawasi kegiatan manajemen perusahaan, sebagai penasihat jika terjadi perselisihan antar Dewan Direksi, maupun manajer internal lainnya, dewan komisaris juga berperan untuk memberikan arahan kepada dewan direksi terkait keputusan operasional perusahaan. Sehingga jika ada hal yang harus diperbaiki maka peran dewan komisaris sangat diperlukan untuk menunjang kenaikan profitabilitas perusahaan. Selanjutnya, Dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan akan memberikan nilai yang obyektif tentang keadaan perusahaan saat itu sehingga keberadaanya akan mendukung para investor untuk menanamkan modal, semakin banyak modal yang didapat maka perusahaan akan semakin banyak menghasilkan produk sehingga profitabilitas perusahaan akan mengalami kenaikan. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan [7], [8] yang hasilnya menyatakan Dewan Komisaris berpengaruh signifkan terhadap ROE. Sedangkan penelitian ini tidak sejalan dengan [9], [10] yang menyatakan bahwa dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap ROE.

“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komite audit tidak berpengaruh terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0.6945>0.05 sedangkan nilai tabel t sebesar -1.457922 menunjukkan arah negatif, dengan kata lain variabel komite audit memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan terhadap variabel ROE. Hasil penelitian ini sejalan dengan [11], dan [12] yang menyatakan bahwa komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE. Dalam perusahaan seharusnya Komite audit dapat membantu upaya penerapan prinsip GCG, tetapi banyak diantara komite audit yang belum maksimal dalam melaksanakan fungsi audit, karena komite audit yang berasal dari luar perusahaan kurang mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya apakah perusahaan dalam kondisi baik atau tidak, misalnya laba perusahaan kurang maksimal dikarenakan perusahaan harus membayar hutang ke debitur, banyak sedikitnya jumlah komite audit tidak dapat menjamin naiknya laba perusahaan dikarenakan jumlah orang tidak menjamin kinerja yang baik. Sebaliknya hasil penelitian ini bertentangan dengan [9] yang menyatakan bahwa komite audit mempengaruhi ROE.”

“ Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE karena nilai signifikan lebih besar dari 0.05 yaitu (0.8378>0.05). sedangkan nilai t tabel adalah 0.205815, jadi dapat diartikan variabel CSR memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap variabel ROE. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh [13] yang menyatakan bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, pengusaha atau pemegang saham dan masyarakat masih kurang peduli terhadap aktifitas CSR yang dilakukan oleh perusahaan. Di negara Indonesia belum banyak perusahaan yang mengembangkan CSR secara berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang memiliki struktur organisasi dan SDM yang mengelola CSR. Tak jarang program CSR dilakukan dalam jangka pendek, sehingga tidak mengubah apapun termasuk profitabilitas perusahaan karena kegiatan CSR kerap kali dilakukan hanya untuk pencitraan saja, namun pencitraan tidak dapat menjamin keberlanjutan bisnis. Kedua masih sedikit dan lemahnya peran pemeri ntah dalam kaitannya dengan CSR, peraturan yang mengatur CSR oleh perusahaan masih sedikit dan lemah. Hal yang dilakukan pemerintah pertama adalah mengatur prosedur dan panduan pelaksanaan CSR serta pelaporannya, tidak perlu menjadikan CSR menjadi sumber dana swasta bagi pemerintah. Pemerintah juga diharapkan dapat menjadi teladan, menyediakan dan memfasilitasi informasi, melakukan koordinasi, menjadi mitra dalam perencanaan. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh [14] , [15] yang menunjukkan CSR berpengaruh signifikan arah positif terhadap Return On Equity.

R-squared 0.648642 Mean dependent var 4.447077
Adjusted R-squared 0.531523 S.D. dependent var 4.392148
S.E. of regression 3.006223 Akaike info criterion 5.259137
Sum squared resid 433.7942 Schwarz criterion 5.827823
Log likelihood -153.9219 Hannan-Quinn criter. 5.483520
F-statistic 5.538301 Durbin-Watson stat 2.301385
Prob(F-statistic) 0.000002
Table 10.Hasil Uji SimultanSumber: data diolah

Berdasarkan tabel 10 nilai Prob(F-statistic) 0.000002<0.05 sehingga dapat disimpulkan jika variabel dewan direksi, dewan komisaris, komite audit dan CSR berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel ROE (Y).

  1. Pemilihan Model Data Panel
  2. Chow test
  3. Uji Hausman
  4. Hasil Uji Hipotesis
  5. Uji Parsial
  6. Uji Simultan
  7. Uji koefisien Determinan
R-squared 0.648642 Mean dependent var 4.447077
Adjusted R-squared 0.531523 S.D. dependent var 4.392148
S.E. of regression 3.006223 Akaike info criterion 5.259137
Sum squared resid 433.7942 Schwarz criterion 5.827823
Log likelihood -153.9219 Hannan-Quinn criter. 5.483520
F-statistic 5.538301 Durbin-Watson stat 2.301385
Prob(F-statistic) 0.000002
Table 11.Hasil Uji Koefisien DeterminanSumber: data diolah

“Berdasarkan tabel 11 diketahui nilai Adjusted R-squared sebesar 0.531523 atau 53.15% hal ini berarti ROE dipengaruhi oleh variabel dependen yaitu dewan direksi, dewan komisaris, komite audit dan CSR. Sedangkan 46.85% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari model regresi dari penelitian ini.”

Kesimpulan

“Kesimpulan yang diperoleh dari hasil adalah Dewan Direksi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0.7143>0.05 Dewan Komisaris secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROE dengan nilai 0.0120<0.05. Komite Audit secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0.1514>0.05. Corporate Social Responsibility secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0.8378>0.05. Dewan Direksi, Dewan Komisaris, Komite audit dan CSR secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap ROE.”

Ucapan Terima Kasih

Saya mengucapkan terimakasih kepada orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan doa dan motivasi kepada penulis. Kedua Kepada Dosen Pembimbing dan dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran kepada penulis. Ketiga Kepada semua dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang pernah mengajar selama perkuliahan di kelas B4 manajemen dan B1 keuangan. Keempat Kepada seluruh teman B4 Manajamen dan B1 Keuangan yang telah memberikan semangat dan motivasi untuk menempuh S1 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

References