Articles
DOI: 10.21070/icecrs2021897

Kaizen Cultural Analysis (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) Against Employee Performance at PT. Smelting


Analisa Budaya Kaizen (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Smelting

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Kaizen Culture Seiri Seiton Seiso Seiketsu Shitsuke Employee Performance

Abstract

This study aims to analyze the extent of the influence of kaizen culture on the performance of employees of PT. Smelting. The population in this study were employees of PT Smelting. The sampling method uses probability sampling, namely by simple random sampling technique. Samples taken were 60 respondents. While the analysis used is Multiple Linear Regression. Based on the results of the research and discussion of the results of the study, it has been concluded and it can be concluded that the kaizen culture has a positive effect  on  the  performance  of  employees  of  PT.  Smelting  either  partially  or simultaneously with the most dominant variable is seiketsu.

Pendahuluan

Kaizen merupakan istilah dalam bahasa Jepang terhadap konsep continuous incremental improvement. Kai bearti perubahan dan zen bearti baik. Kaizen bearti penyempurnaan yang berkesinambungan yang melibatkan setiap orang. Pendekatan ini hanya dapat berhasil dengan baik apabila disertai dengan usaha sumber daya manusia yang tepat. Faktor manusia merupakan dimensi yang terpenting dalam perbaikan kualitas dan produktivitas. Semangat kaizen yang tinggi dalam perusahaan Jepang telah membuat mereka maju pesat dan unggul dalam kualitas . Kaizen pada dasarnya merupakan suatu kesatuan pandangan yang komprenhensif dan terintegrasi yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan secara terus - menerus. PT Smelting Gresik adalah Pabrik pengolahan biji tembaga menjadi tembaga murni, dengan tingkat kemurnian sampai 99,99%. terletak di kabupaten gresik jawa timur. proses pengolahan yag dilakukan disini adalah dengan menggunakan metode mitsubishi proses yang dikembangkan pada tahun 1970-1980 yang merupakan metode paling modern dalam pengolahan tembaga. dan hanya ada 5 pabrik di dunia ini yang menggunakan mitsubishi proses ini. dan salah satunya adalah di PT Smelting Gresik. PT. Smelting berlokasi di desa Roomo, kecamatan Manyar, kabupaten Gresik, Jawa Timur. Salah satu filosofi, mengapa PT. Smelting ini didirikan di Gresik karena pabrik peleburan tembaga menghasilkan produk samping berupa asam sulfat yang dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk. Selain itu pabrik ini terletak di tepi laut sehingga memudahkan transportasi bahan baku melewati jalur laut. Pada tanggal 28 Mei 1999 dimulai proses produksi komersial, PT. Smelting memproduksi 200.000 ton pertahun katoda LME mutu A dari 656.000 ton pertahun konsentrat tembaga yang disuplai oleh PT. Freeport Indonesia.

Dalam mencapai tingkat keberhasilan kinerja karyawan maka manajemen PT. Smelting perlu menerapkan budaya Kaizen. Dengan adanya budaya Kaizen maka perusahaan bisa menambah nilai produktivitas sehingga perusahaan akan dapat bersaing dengan perusahaan pegas lainnya dalam kualitas tenaga kerja maupun kualitas mutu produk. Budaya Kaizen dapat memberikan motivasi yang luar biasa bagi karyawan untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh organisasi kepada karyawan untuk terus meningkatkan kinerjanya dan memperoleh prestasi yang gemilang. Berdasarkan berbagai masalah yang ditemui ditemui di lapangan mendorong peneliti melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul penelitian “ANALISA BUDAYA KAIZEN (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. SMELTING”.

Tinjauan Pustaka

Budaya Kaizen

Suatu keberhasilan kerja, berakar pada nilai-nilai yang dimiliki dan perilaku yang menjadi kebiasaannya. Nilai-nilai tersebut bermula dari adat kebiasaan, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinannya menjadi kebiasaan dalam perilaku kerja atau organisasi. Nilai-nilai yang telah menjadi kebiasaan tersebut dinamakan budaya. Oleh karena budaya dikaitkan dengan mutu atau kualitas kerja, maka dinamakan budaya kerja[1]. Budaya Kerja adalah suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan, dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi yang tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja[2].

Pe n gertian Konsep Kerja 5S

Filsafat Kaizen menganggap bahwa cara hidup kita baik cara kerja, kehidupan sosial, dan kehidupan rumah tangga perlu disempurnakan setiap saat. Salah satu implementasi Kaizenyaitu penerapan 5 S (five-s). Setiap kata S di sini merupakan inisial dari lima kata Jepang, sebagai berikut[3] :

Seiri(整理) yaitu Ringkas

Istilah ini berarti mengatur segala sesuatu, memilah sesuai dengan aturan atau prinsip-prinsip yang spesifik. Sesuai dengan terminologi 5S, Seiri berarti membedakan atau memisahkan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan, mengambil keputusan yang tegas, dan menerapkan manajemen stratifikasi untuk membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Pada tahap ini, titik beratnya adalah manajemen stratifikasi dan mencari faktor-faktor penyebab sebelum hal-hal yang tidak diperlukan tersebut menjadi sebuah masalah.

Seiton (整頓) yaitu Rapi

Penerapan 5S, Seitonberarti menyimpan barang-barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Pada tahap ini, titik beratnya adalah pada manajemen fungsional dan mengeliminasi aktivitas mencari. Jika segala sesuatu disimpan pada tempatnya sehingga menjaga mutu dan keamanan, maka akan tercipta tempat kerja yang rapi.

Seiso (清楚) yaitu Resik

Seisoberarti melakukan pembersihan sehingga segala sesuatunya bersih. Pada terminologi 5S, Seiso berarti menyingkirkan sampah, kotoran, dan lain- lain sehingga segala sesuatunya bersih. Membersihkan merupakan salah satu bentuk pemeriksaan. Titik beratnya adalah membersihkan sebagai pemeriksaan dan menciptakan tempat kerja yang sempurna.

Seiketsu (清潔) yaitu Rawat

Pada terminologi 5S, standarisasi berarti perawatan ringkas, kerapian, dan kebersihan secara terus menerus. Hal tersebut meliputi kebersihan personil dan kebersihan secara terus menerus. Hal tersebut meliputi kebesihan personil dan kebersihan lingkungan. Titk beratnya adalah manajemen visual dan standarisasi 5S. Inovasi dan manajemen visual dilakukan untuk mencapai dan memelihara kondisi terstandarisasi sehingga tindakan dapat diambil dengan cepat.Manajemen visual menjadi salah satu alat yang merupakan penerapan kaizenyang efektif. Dewasa ini digunakan untuk produksi, kualitas, keselamatan, dan lain-lain.

Shitsuke (躾け) yaitu Rajin

Shitsukeberarti pelatihan yang diberikan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan walaupun sulit. Pada terminologi 5S, Shitsukeberarti memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sebagaimana seharusnya dikerjakan. Titik beratnya adalah melakukan pekerjaan sebagaimana seharusnya dilakukan. Titik beratnya adalah lingkungan kerja dengan kebiasaan dan disiplin yang baik. Sengan mendidik dan melatih manusia, kebiasaan buruk dihilangkan, kebiasaan baik ditumbuhkan. Manusia akan terlatih dalam membuat dan mematuhi aturan. Disiplin adalah 5S yang pertama. Disiplin merupakan hal yang yang seringkali sulit diterapkan oleh orang-orang muda karena adanya anggapan suatu paksaan untuk mengubah kebiasaan dan perilakunya. Namun, disiplin menjadi dasar dan syarat minimum bagi berfungsinya suatu peran, baik masyarakat dan lingkungan kerja. Demikian juga dalam 5S, disiplin tidak mungkin untuk diletakan pada bagian terakhir, apalagi dihilangkan.

Kerangka Konseptual

Penelitian ini meneliti tentang Analisa methoda kaizen terhadap kinerja keryawan di PT Smelting. Kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan[4]. Penelitian ini dilakukan di PT Smelting, Waktu Penelitian ini adalah dari bulan Agustus sampai bulan Oktober 2018.

Figure 1.Metode Penelitian

Pengertian dari populasi adalah sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Jadi populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di PT. Smelting Gresik. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Maka sampel yang diambil dapat mewakili atau representatif bagi populasi tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dan teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling karena pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan status yang ada dalam populasi[5]. Dengan demikian maka jumlah pada penelitian ini, responden yang diambil sejumlah 60.

Analisis Data

Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah suatu persamaan yang menggambarkan pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat.Persamaan regresi linier berganda tersebut adalah sebagai berikut:

Y = a+ b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + b 4 X 4 + b 5 X 5

Keterangan :

Y = kinerja karyawan

A = intersep/konstanta

b1 = koefisien regresi X1 b2 = koefisien regresi X2 b3 = koefisien regresi X3 b4 = koefisien regresi X4 b5 = koefisien regresi X5

X1 = Seiri X2 = Seiton X3 = Seiso

X4 = Seiketsu

X5 = Shitsuke

e = standard errorof estimate(faktor kesalahan)

Hasil dan Pembahasan

Dari uji hipotesis yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, maka sesuai hipotesis pada bab sebelumnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

Hi p o t e s i s Per t a m a

Ada pengaruh komitmen variabel seiri (X1), seiton(X2), seiso (X3), seiketsu (X4), dan shitsuke (X5) secara simultan terhadap kinerja karyawan,Hasil analisis data membuktikan bahwa seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan di PT. Smelting. Hal ini menyatakankan bahwa seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke di dalam perusahaan tersebut sudah baik, hal tersebut dapat dilihat dari perolehan tanggapan responden yang ada di dalam kuesioner seiri. Jawaban yang paling dominan terhadap pernyataan bahwa menetapkan kategori barang, pemahaman tempat dan alat kerja, pembersihan lingkungan dan alat kerja, bekerja sesuai prosedur kerja, konsisten dan berkesinambungan sehingga secara bersama-sama akan meningkatkan kinerja karyawannya.

Hi p o t e s i s K e du a

Ada pengaruh seiri (X1), seiton (X2), seiso (X3), seiketsu (X4), dan shitsuke (X5) secara parsial terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komitmen organisasi, dan motivasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan, sedangkan variabel budaya organisasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan. Adapun masing masing pengaruh secara parsial akan dijelaskan sebagai berikut:

Variabel seiri berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel seiri berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan di PT. Smelting. Hal ini menyatakankan bahwa seiri di dalam perusahaan tersebut sudah baik, dapat dilihat dari perolehan tanggapan responden yang ada di dalam kuesioner seiri. Jawaban yang paling dominan terhadap pernyataan bahwa penetapan kategori barang dalam produksinya karyawan merasa lebih efektif dalam meningkatkan kinerjanya.

Variabel seiton berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel seiton berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan di PT. Smelting. Hal ini menyatakankan bahwa seiton di dalam perusahaan tersebut sudah baik, dapat dilihat dari perolehan tanggapan responden yang ada di dalam kuesioner seiton. Jawaban yang paling dominan terhadap pernyataan bahwa pemberian label/identifikasi dalam produksinya karyawan merasa lebih efektif dalam meningkatkan kinerjanya.

Variabel seiso berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel seiso berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan di PT. Smelting. Hal ini menyatakankan bahwa seiso di dalam perusahaan tersebut sudah baik, dapat dilihat dari perolehan tanggapan responden yang ada di dalam kuesioner seiso. Jawaban yang paling dominan terhadap pernyataan bahwa pembersihan lingkungan dan peralatan kerja sangat membantu dalam kenyamanan karyawan merasa sehingga dapat meningkatkan kinerjanya.

Variabel seiketsu berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel seiketsu berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan di PT. Smelting. Hal ini menyatakankan bahwa seiketsu di dalam perusahaan tersebut sudah baik, dapat dilihat dari perolehan tanggapan responden yang ada di dalam kuesioner seiketsu. Jawaban yang paling dominan terhadap pernyataan yaitu bekerja sesuai prosedur kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Variabel shitsuke berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel shitsuke berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan di PT. Smelting. Hal ini menyatakankan bahwa shitsuke di dalam perusahaan tersebut sudah baik, dapat dilihat dari perolehan tanggapan responden yang ada di dalam kuesioner shitsuke. Jawaban yang paling dominan terhadap pernyataan yaitu konsisten dan berkesinambungan adalah kunci dalam meningkatkan kinerja karyawannya.

Hi p o t e s i s K e t i ga

Diantara Variabel seiri (X1), seiton (X2), seiso (X3), seiketsu (X4), dan shitsuke (X5) Berpengaruh Paling Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan. Hasil analisis data membuktikan bahwa seiketsu memiliki yang nilainya paling tinggi dibanding dengan variabel seiri,seiton,seiso dan shitsuke. Yang mana bisa tarik kesimpulan bahwa variabel seiketsu adalah variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT. Smelting. Dalam kuisoner yang disebarkan jawaban dengan bekerja sesuai prosedur kerja sangat mendominasi sebagai faktor yang paling berperan dalam kinerja karyawan di PT. Smelting.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis penelitian, serta pembahasan yang telah di lakukan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan; 2) Seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan; 3) Diantara seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan adalah shitsuke; 4) Penerapan system apapun tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan jika tidak didukung dengan semangat perubahan dan konsisten menjalankannya; 5) Pada konsep ini penekanan pada pemilahan (seiri) dimana setiap permasalahan atau barang – barang yang akan di utilisasi harus dipilah dulu baru dilakukan penataan (seiton) secara konsisten; 6) Jadi menurut hemat penulis 5 S (Seiri, seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) merupakan satu kesatuan yang saling menunjang. Pelaksanaan method ini harus dijalankan secara keseluruhan, jika diketemukan suatu kondisi lebih menonjolkan salah satu komponen, hal itu bersifat situasional; 7) Kesimpulannya bahwa method Kaizen merupakan method yang sangat aplikatif untuk dilakukan di semua perusahaan karena sangat murah dan bisa dilakukan siapa saja asal konsisten.

References

  1. H. Haviluddin, H. J. Setyadi, P. P. Widagdo, and M. Taruk, “PERBANDINGAN FASILITAS COBIT 4.0/4.1 DAN COBIT 5 FRAMEWORKS : STUDI PENGGUNA BERDASARKAN LITERATUR,” Pros. SAKTI (Seminar Ilmu Komput. dan Teknol. Informasi), 2016.
  2. A. Y. Prasetyo, R. A. Sularso, and H. Handriyono, “PENGARUH KEPERCAYAAN PADA PIMPINAN, MUTASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA PEGAWAI DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN JEMBER,” BISMA, 2019.
  3. J. W. Cherrie, “Kaizen,” Ann. Work Expo. Heal., 2017.
  4. Sugiyono, “Memahami Penelitian Kualitatif,” Bandung Alf., 2016.
  5. Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D,” Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. 2013.