Articles
DOI: 10.21070/icecrs2021900

The Influence of Knowledge Management and Competence on Employee Performance through Organizational Commitment as an Intervening Variable in Management of BUMDES in Sidoarjo Regency


Pengaruh Knowledge Management dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai melalui Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening pada Pengelolaan BUMDES di Kabupaten Sidoarjo

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Knowledge Management Competence Organizational Commitment and Employee Performance

Abstract

Sustainability of Village Business Entity (VBE) depends on human resources for managing organization, considering this organization needs ambidextrous management towards a social business oriented. Reserch purpose to examine the effect of Knowledge Management and Competence on Employee Performance through Organizational Commitment as an Intervening Variable in Management of VBE in Sidoarjo. Research method is quantitative, research techniques is path analysis and questionnaire. The results showed knowledge management doesn’t increase organizational commitment, competence doesn’t increase organizational commitment, knowledge management has an increasing employee performance, competence has an increasing employee performance, organizational commitment doesn’t increase employee performance, organizational commitment as an intervening variable doesn’t increase knowledge management on employee performance, organizational commitment as an intervening variable doesn’t increase competence on employee performance, organizational commitment as an intervening variable doesn’t increase knowledge management and competence on employee performance. Suggestions for VBE in Sidoarjo is consistently improve employee performance through knowledge management and competence.

Pendahuluan

Pada tahun 2017 terdapat 42 Desa dari 15 Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki BUMDes. Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Keluarga Berencana memiliki upaya agar setiap Desa memiliki BUMDes dan melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia dalam mengelola BUMDes. Hal tersebut dikarena pengelolaan BUMDes sangat bergantung pada sumber daya manusia yang mengelola BUMDes. Berdasarkan dari 42 BUMDes, masih terdapat 11 BUMDes yang belum memiliki legalitas atau dasar pembentukan daripada BUMDes itu sendiri. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa belum ada upaya oleh pegawai BUMDes untuk melegalkan organisasinya atau berusaha mengelola organisasi sesuai dengan peraturan yang berlaku atau dapat disebutkan bahwa kinerja pegawai dari BUMDes belum dapat dinyatakan maksimal.

Penelitian pada salah satu BUMDes di Sidoarjo yaitu BUMDes Surya Sejahtera, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo yang dilakukan oleh Ilmiyah [1] diperoleh hasil bahwa sumber daya manusia yang dimiliki BUMDes Surya Sejahtera dalam pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif Sektor Riil masih kurang, dimana beban kerja yang diterima pengelola tidak mencukupi jika hanya dilakukan oleh seorang pengelola saja. BUMDes Surya Sejahtera berdiri pada Tahun 2014 serta memiliki legalitas dari pemerintah desa, namun dari segi kinerja pegawai secara keseluruhan masih belum optimal yang ditunjukkan pada beban kerja yang masih dilakukan oleh seorang pengelola saja. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Febriani [2] pada BUMDes Citra Tropodo Makmur, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo diperoleh hasil bahwa kinerja sumber daya manusia belum berjalan secara optimal yang ditunjukkan pada tugas dan tanggungjawab serta komitmen terhadap pengelolaan BUMDes yang masih tumpang tindih tugasnya sehingga peran masing – masing implementor menjadi lebih berat.

Blongkod [3] mengidentifikasi masalah terhadap pengelolaan BUMDes yang menyatakan bahwa pengelolaan BUMDes belum ada kesesuaian pada kebijakan dan peraturan perundang yang ada, mengingat faktor pengetahuan, pemahaman serta keterampilan oleh pengelola maupun aparat pemerintah desa untuk pengelolaan BUMDes sehingga belum dapat berjalan secara baik. Kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo dirasa sangat penting demi keberlangsungan organisasi tersebut, mengingat apabila kinerja pegawai tidak dapat maksimal, maka BUMDes secara perlahan tidak aktif dan tidak beroperasional kembali. Indikator kinerja pegawai dapat diketahui melalui knowlegde management dan kompetensi dalam melaksanakan tugas disertai komitmen terhadap organisasinya.

Tinjauan Pustaka

Knowledge Management

Scarborough et.al., (1999) dalam Armstrong (2014) mendefinisikan knowledge management (manajemen pengetahuan) sebagai suatu proses atau praktek dalam membuat, memperoleh, menangkap, berbagi, serta menggunakan berbagai pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja organisasi [4]. Menurut Becerra-Fernandez dan Sabherwal (2010) knowledge management didefinisikan sebagai suatu tindakan apapun yang dibutuhkan agar memperoleh hasil maksimal yang didasarkan dari sumber pengetahuan [5]. Chen (2006) dalam Khoualdi & Saleh (2015) menyatakan bahwa manajemen pengetahuan merupakan strategi untuk membantu mengubah suatu pengetahuan menjadi tindakan, kemudian membagikannya sedemikian rupa untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan secara sadar dan nyata serta memberikan pengetahuan yang akurat untuk seseorang pada waktu yang tepat [16].

Kompetensi

Spencer dan Spencer (1993) dalam Moeheriono (2014) mendefinisikan kompetensi sebagai karateristik yang melatarbelakangi seseorang terkait terhadap efektivitas kinerja pada individu untuk pekerjaannya dan/atau suatu karakteristik dasar pada individu yang mempunyai korelasi atau hubungan kausal atau sebab – akibat melalui persyaratan yang dijadikan pedoman, efektivitas atau memiliki kinerja prima di tempat kerja atau kondisi tertentu [6]. Sedarmayanti (2017) menyatakan kompetensi sebagai karakteristik mendasar yang dimiliki seseorang yang memiliki pengaruh secara langsung atau mampu memperkirakan suatu kinerja dengan cukup baik [7]. Sudarmanto (2015) menyatakan kompetensi yaitu pengetahuan terhadap keahlian serta kemampuan atau karateristik pribadi individu yang memberikan pengaruh secara langsung terhadap kinerjanya dalam suatu pekerjaan [8].

Komitmen Organisasi

Robbins (2012) mengemukakan bahwa komitmen pegawai pada suatu organisasi adalah suatu keadaan di mana pegawai memihak pada organisasi tertentu dan tujuan-tujannya, serta berniat memelihara keanggotannya dalam organisasi itu [9]. Ratmawati dan Herachwati (2014), mendefinisikan komitmen organsasi sebagai derajat sejauh mana seseorang pegawai memihak suatu organisasi tertentu dan memiliki keinginan untuk memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut [10]. Menurut Wibowo (2016), komitmen organisasi merupakan tingkatan individu dalam mengidentifikasi suatu organisasi serta mempunyai komitmen terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi [11].

Kinerja Pegawai

Menurut Moeheriono (2014), kinerja pegawai yaitu suatu hasil pekerjaan yang diperoleh dan dicapai dari individu maupun sekelompok orang pada suatu organisasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, yang didasarkan pada kewenangan dan tugas tanggung jawab masing – masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika [6]. Hasibuan (2010) mendefinisikan kinerja sebagai suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas – tugas yang diberikan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu [12]. Mathis dan Jackson (2010) menyebutkan kinerja pegawai merupakan sesuatu yang dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka (pegawai) memberikan kontribusi kepada organisasi atau perusahaan [13].

Kerangka Konseptual dan Hipotesis

Figure 1.Kerangka Konseptual dan Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian [14]. Berdasarkan kerangka konseptual di atas, maka peneliti mengajukan hipotesis berikut :

H1 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara knowledge management terhadap komitmen organisasi pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H2 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara kompetensi terhadap komitmen organisasi pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H3 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara knowledge management terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H4 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara kompetensiterhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H5 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara komitmen organisasiterhadap kinerja pegawai .pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H6 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara knowledge management terhadap kinerja pegawai melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H7 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara kompetensi terhadap kinerja pegawai melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

H8 : Terdapat pengaruh signifikan positif antara knowledge management dan kompetensi terhadap kinerja pegawai melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo

Metode

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan spesifikasi pendekatan kausal. Penelitian dengan pendekatan kausal adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih [15]. Obyek penelitian ini yaitu pegawai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Variabel independen yaitu variabel yang dapat menjadi suatu sebab terjadinya perubahan pada variabel dependen (terikat) [14]. Variabel independen pada penelitian ini yaitu knowledge management (X1) dan kompetensi (X2). Variabel dependen yaitu variabel yang menjadi suatu akibat karena keberadaan variabel independen [14]. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu kinerja pegawai (Y). Variabel intervening adalah variabel penyela yang terletak diantara variabel independen dan variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen [14]. Variabel intervening pada penelitian ini yaitu komitmen organisasi (Z).

Indikator pada knowledge management yaitu knowledge obtaining, knowledge organizing,dan knowledge applying. Indikator pada kompetensi yaitu keyakinan dan nilai – nilai, keterampilan, pengalaman, isu emosional dan kemampuan intelektual. Indikator pada kinerja pegawai yaitu efektif, efisien, kualitas, ketepatan waktu dan profesional. Indikator pada komitmen organisasi yaitu komitmen afektif, komitmen berkelanjutan dan komitmen normatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari obyek penelitian yaitu respondensi pegawai BUMDes melalui kuesioner serta data sekunder yang diperoleh dari Dinas PMD P3A KB Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan jenis tekniknya yaitu purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu [15]. Pertimbangan penentuan sampel yaitu kepemilikan legalitas dari Pemerintah Desa dan sudah beroperasional ≥ 3 tahun, sehingga diperoleh jumlah BUMDes sebanyak 15 unit BUMDes dengan jumlah responden sebanyak 127 orang.

Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan rekapitulasi serta dilakukan pengujian. Pengujian terhadap data dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 16. Uji yang dilakukan yaitu uji kualitas data dan uji hipotesis penelitian. Uji kualitas data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan uji hipotesis penelitian yaitu uji parsial, uji simultan, uji koefisien korelasi berganda, uji koefisien determinasi, uji pengaruh langsung dan uji pengaruh tidak langsung (uji intervening).

Hasil dan Pembahasan

Karakteristik Responden

Responden pada penelitian ini berjumlah 127 orang dengan jenis kelamin laki – laki berjumlah 84 orang dan perempuan berjumlah 43 orang. Sebagian besar pegawai BUMDes merupakan laki – laki yang merupakan pensiunan maupun memiliki pekerjaan wirausaha sendiri. Responden penelitian didominasi pada usia lebih dari 40 tahun dengan masa kerja yang cukup singkat yaitu antara 1 – 3 tahun. Usia responden yang sebagian besar berada lebih dari 40 tahun merupakan usia matang apabila diberikan amanah atau kepercayaan, selain itu responden dengan usia tersebut memiliki pengalaman yang baik dan tenang serta lebih sering dikenal baik oleh sesama rekan organisasi maupun masyarakat setempat. Responden sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan SMA/SMK. Kepengurusan BUMDes sejatinya tidak memerlukan pendidikan yang tinggi dalam penerapan hingga pengaplikasiannya. Ketekunan, kesabaran serta kecermatan dalam mengelola BUMDes sebagai organisasi yang memiliki orientasi bisnis juga dapat dilakukan oleh seseorang dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK.

Hasil Uji Validitas

Uji validitas terhadap kuesioner menggunakan Pearson Correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antar nilai butir pernyataan yang diperoleh untuk mengukur validitas dapat digunakan dengan dasar analisis jika r hitung > 0,3 maka pernyataan dari kuesioner dinyatakan valid. Hasil uji validitas dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 16 menunjukkan bahwa r hitung pada setiap pertanyaan pada seluruh variabel penelitian memperoleh nilai lebih dari 0,3. Hasil tersebut menunjukkan setiap item pertanyaan pada seluruh variabel dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian.

Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas difungsikan sebagai uji untuk memperoleh tingkatan ketepatan alat pengumpulan data. Uji reliabilitas pada instrumen penelitian berupa kuesioner adalah melalui penggunaan rumus Cronbach Alpha Coefficient. Nilai Cronbach Alpha untuk penelitian ini menggunakan nilai 0,6 melalui asumsi bahwa daftar pernyataan yang diujikan dapat dinyatakan reliabel ketika nilai Cronbach Alpha ≥ 0,6. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 16 menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha pada setiap variabel penelitian memperoleh nilai lebih dari 0,6. Hasil tersebut menunjukkan setiap variabel dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

Hasil Uji Hipotesis

Pengujian hubungan antara variabel independen terhadpa variabel dependen dapat dilakukan melalui perbandingan hasi nilai t hitung dengan t tabel. Nilai t hitung ditinjau berdasarkan hasil regresi dan juga nilai t tabel melalui sig.α = 0,05 dan df = n – k. Apabila nilai t hitung lebih besar dari t tabel dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka variabel independen memiliki hubungan atau pengaruh terhadap variabel dependen. Nilai t tabel diperoleh dari rumus t ( α / 2 ; n – k) maka diperoleh t (0,0025 : 125) = 1,979. [H1] Hipotesis 1; Analisis hipotesis antara variabel knowledge management (X1) terhadap komitmen organisasi (Z), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh nilai t hitung 1,175 lebih kecil dari t tabel yaitu 1,979 dengan tingkat signifikansi 0,242 lebih besar dari 0,05, maka H1 ditolak dan H0 diterima sehingga tidak berpengaruh knowledge management (X1) terhadap komitmen organisasi (Z). knowledge management . Hasil penelitian ini juga selaras pada penelitian sebelumnya yang disampaikan oleh Estanesti [17] yang memperoleh hasil penelitian bahwa tidak ada terdapat hubungan signifikan antara knowledge management dengan komitmen organisasional. [H2] Hipotesis 2; Analisis hipotesis antara variabel kompetensi (X2) terhadap komitmen organisasi (Z), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh nilai t hitung 0,655 lebih kecil dari t tabel yaitu 1,979 dengan tingkat signifikansi 0,514 lebih besar dari 0,05, maka H2 ditolak dan H0 diterima sehingga tidak berpengaruh knowledge management (X1) terhadap komitmen organisasi (Z). BUMDes dikelola oleh beberapa orang saja yang memiliki kompetensi baik yang terpilih berdasarkan keinginan dalam memajukan desa. Namun hal tersebut belum didukung untuk memiliki keinginan dalam berkomitmen bagi berlangsungnya organisasi. Hasil penelitian ini juga didukung pada penelitian sebelumnya yang ditunjukkan oleh Karami [18] yang memperoleh hasil bahwa tidak terdapat pengaruh dan hubungan signifikan secara statistik antara kompetensi profesional terhadap komitmen organisasional. [H3] Hipotesis 3; Analisis hipotesis antara variabel knowledge management (X1) terhadap kinerja pegawai (Y), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh nilai t hitung 5,776 lebih besar dari t tabel yaitu 1,979 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka H3 diterima dan H0 ditolak sehingga ada pengaruh knowledge management (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). knowledge management. Hasil penelitian ini didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya yang ditunjukkan oleh Torabi, et.al, [19] dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat dampak signifikan knowledge management terhadap kinerja karyawan. [H4] Hipotesis 4; Analisis hipotesis antara variabel kompetensi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh nilai t hitung 5,602 lebih besar dari t tabel yaitu 1,979 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka H4 diterima dan H0 ditolak sehingga ada pengaruh kompetensi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Kompetensi oleh pegawai BUMDes memiliki kecenderungan sangat dekat dalam penilaian kemampuan pegawai BUMDes, sehingga pegawai BUMDes yang memiliki kompetensi di bidangnya maka memiliki kinerja yang baik dalam mengelola organisasi sesuai tujuan organisasi. Hasil penelitian ini selaras pada beberapa penelitian sebelumnya yang ditunjukkan oleh Martini, dkk [20] dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan yang kuat dari kompetensi terhadap kinerja pegawai. [H5] Hipotesis 5; Analisis hipotesis antara variabel komitmen organisasi (Z) terhadap kinerja pegawai (Y), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh nilai t hitung 1,938 lebih kecil dari t tabel yaitu 1,979 dengan tingkat signifikansi 0,055 lebih besar dari 0,05, maka H5 ditolak dan H0 diterima sehingga tidak berpengaruh komitmen organisasi (Z) terhadap kinerja pegawai (Y). Komitmen terhadap organisasi yang dimiliki oleh pegawai BUMDes merupakan tuntutan, tetapi hal tersebut tidak memiliki hubungan terhadap kinerja pegawai BUMDes. Hasil penelitian ini selaras pada penelitian sebelumnya yang ditunjukkan oleh Murty dan Hudiwinarsih [21] yang memperoleh hasil bahwa variabel komitmen organisasional tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. [H6] Hipotesis 6; Analisis hipotesis antara variabel knowledge management (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) melalui komitmen organisasi (Z), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh persamaan pertama Z = 22,037 + 0,226 X1 dan persamaan kedua Y = 11,762 + 0,757 X1 + 0,045 Z. Merujuk pada dua persamaan tersebut, maka diperoleh persamaan uji Aroian yaitu sebagai berikut

sehingga diperoleh nilai Sab sebesar 0,01393. Berdasarkan nilai tersebut, untuk memperoleh nilai koefisien intervening maka dimasukkan rumus t = ab/Sab, sehingga diperoleh nilai koefisien intervening sebesar 0,73. Nilai koefisien intervening sebesar 0,73 lebih kecil dari t tabel yaitu 1,979, maka H6 ditolak dan H0 diterima sehingga menunjukkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan pengaruh pada knowledge management terhadap kinerja pegawai. Komitmen terhadap organisasi sejatinya dapat membuat pegawai BUMDes semakin meningkatkan produktivitasnya dalam berpartisipasi untuk organisasi dengan dukungan pengetahuan yang dimilikinya, namun kondisi terhadap kebutuhan pegawai juga tidak dihindarkan mengingat sebagian besar BUMDes belum memiliki profit yang menjanjikan sehingga masih terdapat banyak pergantian pegawai atau pengurus dalam mengelola BUMDes. Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mustapa dan Mahmood [22] yang memberikan kesimpulan bahwa terdapat bukti empiris tentang hubungan knowledge management dengan kinerja pekerjaan yang signifikan, namun ketika melalui variabel komitmen organisasi didapatkan hasil bahwa tidak memberikan hubungan yang signifikan. [H7] Hipotesis 7; Analisis hipotesis antara variabel kompetensi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) melalui komitmen organisasi (Z), berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS versi 16 diperoleh persamaan pertama Z = 24,792 + 0,144 X2 dan persamaan kedua Y = 17,895 + 0,547 X2 + 0,060 Z. Merujuk pada dua persamaan tersebut, maka diperoleh persamaan uji Aroian yaitu sebagai berikut

sehingga diperoleh nilai Sab sebesar 0,011. Berdasarkan nilai tersebut, untuk memperoleh nilai koefisien intervening maka dimasukkan rumus t = ab/Sab, sehingga diperoleh nilai koefisien intervening sebesar 0,785. Nilai koefisien intervening sebesar 0,785 lebih kecil dari t tabel yaitu 1,979, maka H7 ditolak dan H0 diterima sehingga menunjukkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan pengaruh pada kompetensi terhadap kinerja pegawai. Pengujian secara langsung untuk kompetensi terhadap kinerja pegawai telah menunjukkan adanya pengaruh, namun ketika dilakukan uji pengaruh tidak langsung dengan variabel komitmen organisasi, memperoleh hasil tidak adanya pengaruh. Hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen organisasi belum memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Rantesalu, dkk [23] dimana pada penelitiannya tersebut menyatakan bahwa hubungan antara variabel kompetensi pada kinerja pegawai melalui komitmen organisasional sebagai variabel mediasi tidak memberikan pengaruh dan dampak signifikan. [H8] Hipotesis 8; Hasil uji simultan (Uji F) terhadap Knowledge Management dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai diperoleh F hitung sebesar 2,214 yang memiliki nilai lebih kecil dari pada F tabel 3,07 serta nilai signifikansi F hitung sebesar 0,114 lebih besar dari α 0,05. Hal tersebut dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh knowledge management dan kompetensi secara simultan terhadap komitmen organisasi. Pada uji parsial (uji t) antara komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, diperoleh nilai t hitung pada variabel komitmen organisasi (Z) yang memiliki nilai yaitu 1,938 lebih kecil dari t tabel yaitu 1,979 dengan tingkat signifikansi 0,055 lebih besar dari 0,05. Hal tersebut dapat dinyatakan bahwa tidak ada pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja organisasi. Selain itu dari 2 hasil uji pengaruh tidak langsung yang menunjukkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan pengaruh pada knowledge management terhadap kinerja pegawai dan komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan pengaruh pada kompetensi terhadap kinerja pegawai, maka dapat disimpulkan H8 ditolak dan H0 diterima, serta dapat dinyatakan bahwa komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan pengaruh pada knowledge management dan kompetensi terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mustapa dan Mahmood [22] yang memberikan kesimpulan bahwa terdapat bukti empiris tentang hubungan knowledge management dengan kinerja pekerjaan yang signifikan, namun ketika melalui variabel komitmen organisasi didapatkan hasil bahwa tidak memberikan hubungan yang signifikan dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rantesalu, dkk [23], dimana pada penelitiannya tersebut menyatakan bahwa hubungan antara variabel kompetensi pada kinerja pegawai melalui komitmen organisasional sebagai variabel mediasi tidak memberikan pengaruh dan dampak signifikan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh kesimpulan [a] Knowledge management tidak memberikan peningkatan terhadap komitmen organisasi pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator yang paling besar untuk tidak memberikan pengaruh pada hubungan antar variabel ini yaitu knowledge organizing. [b] Kompetensi tidak memberikan peningkatan terhadap komitmen organisasi pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator yang paling besar untuk tidak memberikan peningkatan pada hubungan antar variabel ini yaitu pengalaman. [c] Knowledge management memberikan peningkatan terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator yang paling besar memberikan pengaruh peningkatan pada hubungan antar variabel ini yaitu knowledge applying.[d] Kompetensimemberikan peningkatan terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator yang paling besar memberikan pengaruh peningkatan pada hubungan antar variabel ini yaitukeyakinan dan nilai. [e] Komitmen organisasi tidakmemberikan peningkatan terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator yang paling besar untuk tidak memberikan peningkatan pada hubungan antar variabel ini yaitu komitmen normatif. [f] Knowledge management memberikan peningkatan terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Adanya komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan peningkatan pada knowledge management terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator dari variabel komitmen organisasi yang paling besar tidak memberikan peningkatan pada knowledge management terhadap kinerja pegawai yaitu komitmen normatif. [g] Kompetensi memberikan peningkatan terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Adanya komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan peningkatan pada kompetensi terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo.Indikator dari variabel komitmen organisasi yang paling besar tidak memberikan peningkatan pada kompetensi terhadap kinerja pegawai yaitu komitmen normatif. [h] Knowledge management dan kompetensi memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Adanya komitmen organisasi sebagai variabel intervening tidak memberikan pengaruh pada knowledge management dan kompetensi terhadap kinerja pegawai pada pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sidoarjo. Indikator dari variabel komitmen organisasi yang paling besar tidak memberikan peningkatan pada knowledge management dan kompetensi terhadap kinerja pegawai yaitu komitmen normatif.

Ucapan Terimakasih

Terima kasih kepada responden dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaiakn tulisan ini sebingga dapat diterbitkan dan dipertanggungjawabkan.

References

  1. R. Ilmiyah, “Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Surya Sejahtera di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.” Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Surabaya, 2017. [Diakses 13 April 2019]
  2. H. Febriani, “Implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUM DESA) Citra Tropodo Makmur di Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.” Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Surabaya, 2018. [Diakses 13 April 2019]
  3. H. Blongkod, dan H. Rasjid, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Gentuma, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.” Fakultas Ekonomi – Universitas Negeri Gorontalo, 2017. [Diakses 13 April 2019]
  4. M. Armstrong and S. Taylor, Human Resource Management Practice. UK : Ashford Colour Press Ltd, 2014.
  5. F. I. Becerra dan R. Sabherwal, Knowledge Management Systems and Process. New York : M.E. Sharpe, Inc., 2010.
  6. Moeheriono, Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi Edisi Revisi. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2014.
  7. Sedarmayanti, Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kompetensi, Kinerja dan Produktivitas Kerja. Bandung : PT. Refika Aditama, 2017.
  8. Sudarmanto, Kinerja dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi Cetakan Ketiga. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2015.
  9. Stephen P. Robbins, Perilaku Organisasi. Jakarta : Selemba Empat, 2012.
  10. D. Ratmawati, dan N. Herachwati, Perilaku Organisasi. Tangerang Selatan : Penerbitan Universitas Terbuka, 2014.
  11. Wibowo, Manajemen Kinerja Edisi Kelima. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2016.
  12. M. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara, 2010.
  13. L. R. Mathis dan J. H. Jakson, Human Resource Management Edisi ke 10. Jakarta : Selemba Empat, 2010.
  14. Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinas, Penelitian Tndakan dan Penelitian Evaluasi. Bandung : Alfabeta, 2016.
  15. A. S. Supriyanto dan V. Maharani, Metodologi Penelitian Sumber Daya Manusia Teori, Kuesioner dan Analisis Data. Malang : UIN-Maliki Press, 2013.
  16. K. Khoualdi, dan O. Saleh, “The Impact of Knowledge Management on Job Satisfaction : A Study on Saudi Public Universities.” SSOAR Journal, Vol. 5 No. 113, 2015. [Accessed May 5, 2019]
  17. S. Estanesti dan H. Baniebrahimi, "The Study of Relationship between Organizational Commitment and Knowledge Management (Case Study : Department of Telecommunications Sistan and Baluchistan Province).” Journal of Administrative Management, Education and Training, Vol. 12, No. 6, pp. 300 – 309, 2016. [Accessed July 29, 2019]
  18. A. Karami, J. Farokhzadian, and G. Faroughameri, “Nurse’s Professional Competency and Organizational Commitment : Is It Important for Human Resource Management?” PloS ONE, Vol. 12, No. 11, pp. 1 – 15, 2017. [Accessed May 5, 2019]
  19. M.H.R. Torabi, A. Kyani, and H. Falakinia, “An Investigation of the Impact of Knowledge Management on Human Resource Performance in Management of Keshavarzi Bank Branches in Tehran.” Procedia – Social and Behavioral Sciences, No. 230 pp. 471 – 481. 2016. [Accessed May 5, 2019]
  20. I.A.O. Martini, “The Influence of Competency on Employee Performance through Organizational Commitment Dimension.” IOSR Journal of Business and Management, Vol. 2, No. 2, pp. 29 – 37, 2018. [Accessed May 5, 2019]
  21. W. A. Murty dan G. Hudiwinarsih, “Pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur di Surabaya).” The Indonesian Accounting Review, Vol. 2, pp. 215 – 228, 2012. [Diakses 27 Juli 2019]
  22. A. N. Mustapa, and R. Mahmood, “Knowledge Management and Job Performance in the Public Sector: The Moderating Role of Organizational Commitment.” International Journal of Research in Business Studies and Management, Vol. 3, No. 7, pp. 28, 2016. [Accessed May 5, 2019]
  23. A. Rantesalu, et. al. “The Effect of Competence, Motivation and Organizational Culture on Employee Performance : The Mediating Role of Organizational Commitment.” Journal of Research in Bussiness and Management, Vol. 4, No. 9, pp. 08 – 14, 2016. [Accessed April 11, 2019]