Articles
DOI: 10.21070/icecrs2021912

Analysis of the Influence of the Use of Information Technology and Knowledge Management on Employee Performance with Motivation as an Intervening Variable (Studies in the Regional Government of Sidoarjo Regency)


Analisis Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Knowledge Management Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo)

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Utilization of Information Technology Knowledge Management Motivation and Employee Performance

Abstract

This study aims to determine and analyze the influence of Information Technology Utilization and Knowledge Management on Employee Performance with  Motivation as Intervening Variables in the Regional Government of Sidoarjo  Regency. The analytical tool used  in  the form of a  questionnaire distributed  to  100 employees in 15 sub-districts in Sidoarjo regency with the results of the use of Information Technology has a significant effect on motivation; knowledge management has a significant effect on motivation; the utilization of Information Technology and knowledge management simultaneously have a significant effect on motivation; Information Technology utilization has a significant effect on employee performance; knowledge management has a significant effect on employee performance; motivation has a significant effect on employee performance and the use of Information Technology and knowledge management has a direct and significant effect on employee performance through motivation.

Pendahuluan

Sumber daya manusia (SDM) adalah aset kunci suatu perusahaan atau organisasi. Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dengan kinerja yang baik dapat menunjang keberhasilan organisasi, sebaliknya sumber daya manusia (SDM) yang tidak kompeten dan kinerjanya buruk merupakan masalah kompetitif yang dapat menempatkan organisasi dalam kondisi merugi. Keunggulan bersaing (competitiveadvantage), suatu organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Pemanfaatan teknologi informasi merupakan seperangkat alat yag dapat membantu kita dalam bekerja [1] . Selain itu, teknologi informasi dan komunikasi dapat mendorong era baru peradaban manusia dari era industri ke era informasi. Hal ini juga berdampak pada sistem pelayanan publik yang diberikan sekarang ini. Semua model pelayanan sudah menggunakan sistem IT baik secara online atau offline.

Pengetahuan manajemen adalah alat, teknik, strategi untuk menyimpan, menganalisis, mengorganisir, meningkatkan dan membagikan pengalaman bisnis [2]. Dengan kata lain pengetahuan manajemen adalah pembangunan yang sistematis, lamban, pembaharuan dan penerapan pengetahuan untuk memaksimalkan efektivitas pengetahuan perusahaan dan keuntungan aset pengetahuan. Motivasi merupakan dorongan yang menggerakkan karyawan/pegawai supaya bisa meningkatkan kinerjanya sehingga bisa mewujudkan dan mencapai tujuan yang ditentukan organisasi [3]. Motivasi sangat penting untuk karyawan karena motivasi merupakan hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

Kinerja karyawan/pegawai merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan organisasi apabila karyawan dalam perusahaan mampu menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya. Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dalam pengukuran kinerja ASN juga menggunakan penilaian kinerja pegawai yang sangat bermanfaat bagi atasan untuk menjadi tolak ukur keberhasilan peningkatan produktifitas kerja. Selain itu juga dilakukan perbaikan-perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Selain itu keterbukaan pemimpin kepada karyawan juga di tunjukkan oleh pemimpin yang tidak segan memberikan bimbingan langsung kepada karyawan. Selain itu pemaksimalan pemanfaatan IT juga menunjang kinerja pegawai. Dengan demikian diharapkan karyawan lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik dari sebelumnya.

Namun ada indikasi kinerja pegawai belum maksimal, hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan yang diberikan, lambannya proses layanan dan waktu yang relatif lama untuk membuat suatu dokumen kependudukan padahal pelatihan-pelatihan mengenai software atau aplikasi sudah diberikan baik pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh kantor kecamatan masing-masing ataupun pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pemerintah daerah bahkan study banding atau study komperatif yang selalu dilakukan dalam setiap tahunnya ke daerah-daerah lain yang dinilai sudah lebih baik. Oleh karena itu penulis tertarik mengambil judul Analisis Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi, Dan Knowledge Management Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo)

Tinjauan Pustaka

P e m a n f a a t a n T e k n o l o g i I n f o r m a s i

“Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi” [1]. Hal ini dijelaskan bahwa teknologi informasi merupakan suatu gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi adalah teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat [4]. Pemanfaatan Teknologi Informasi memiliki peran yang sangat vital terutama untuk sebuah organisasi layanan masyarakat untuk menunjang kecepatan dan keakuratan data.

K n o w led g e M a n a g e m e nt

Manajemen pengetahuan merupakan suatu upaya untuk menghasilkan nilai dari kekayaan intelektual organisasi melalui penciptaan, penyimpanan, penyebaran, dan penerapan pengetahuan untuk mencapai tujuan organisasi. [5] mengatakan pengetahuan manajemen adalah alat, teknik, strategi untuk menyimpan, menganalisis, mengorganisir, meningkatkan dan membagikan pengalaman bisnis. Sedangkan menurut [2], pengetahuan manajemen adalah pembangunan yang sistematis, lamban, pembaharuan dan penerapan pengetahuan untuk memaksimalkan efektivitas pengetahuan perusahaan dan keuntungan aset pengetahuan. [6], pengetahuan manajemen adalah proses memperoleh pengalaman kolektif perusahaan yang disimpan dalam data base, makalah atau pemikiran manusia dan disebarkan sehingga dapat membantu penggajian yang lebih besar.

M o t i v a s i

Pengertian Motivasi Kerja Kata motivasi (motivation) berasal dari kata motif (motive) yang berarti dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. Dengan demikian, motivasi berarti suatu kondisi yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu. Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang yang merangsangnya untuk melakukan tindakan- tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Dalam hal ini, motivasi kerja dapat diartikan sebagai keinginan atau kebutuhan yang melatarbelakangi seseorang sehingga ia terdorong untuk bekerja. Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan berintegrasi dengan segala daya dan upayanya untuk mencapai kepuasan. Dalam motivasi terdapat dua aspek motivasi yang dikenal, yaitu aspek aktif atau dinamis dan aspek pasif atau statis. Dalam aspek aktif/dinamis, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia agar secara produktif berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

K iner j a P e g a w a i

Pengertian kinerja pegawai / kinerja karyawan (prestasi kerja) merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, serta waktu, [7]. Kinerja pegawai merupakan prestasi dari seorang karyawan dan mengandung beberapa hal, seperti adanya target dan terwujudnya efisiensi dan efektifitas. Kinerja karyawan juga dapat diartikan sebagai kesuksesan didalam melaksanakan suatu pekerjaan. Dari batasan tersebut menunjukkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Berdasarkan uraian tersebut juga dapat diketahui bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja yang dapat diukur melalui pengukuran tertentu dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu kerja. Kualitas berkaitan dengan mutu kerja yang dihasilkan. Kinerja karyawan merupakan kegiatan mengelola sumber daya manusia untuk mencpai tujuan organisasi, [8].

K er a n g k a K o n s ep t u a l

Figure 1. K er a n g k a K o n s ep t u a l

Menurut [9], hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan penelitian. Dengan demikian hipotesis yang diajukan oleh penulis sebagai berikut : a) Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap motivasi; b) Knowledge management berpengaruh terhadap motivasi; c) Pemanfaatan teknologi informasi dan knowledge management secara simultan berpengaruh terhadap motivasi; d) Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai; e) Knowledge management berpengaruh terhadap kinerja pegawai. f) Motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai; g) Pemanfaatan teknologi informasi dan knowledge management berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui motivasi.

Metode

Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang analisis datanya sangat dipengaruhi oleh variabel-variabel yang dianalisis. Penelitian yang menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel ini adalah untuk menguji hubungan pengaruh antar variabel yang dihipotesiskan. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data utamanya [10].

Definisi operasional merupakan petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur, sehingga peneliti dapat mengetahui baik buruknya pengukuran tersebut. 1. Pemanfaatan teknologi informasi Indikatornya antara lain [a] Penguasaan aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan tupoksi [b] Kemampuan menjalankan aplikasi penunjang dengan baik [c] Kemampuan mengerjakan semua pekerjaan sesuai dengan SOP. 2. Knowledge Management Indikator knowledge manajemen antara lain [a]Tingkat memahami masing-masing tupoksi dari bagian-bagian dalam pekerjaan [b] Kemampuan membagi pengetahuan (sharing) dengan bagian lain dalam pekerjaan [c] Kemampuan memaksimalkan pengetahuan yang saya miliki dalam pekerjaan. 3. Kinerja Pegawai Indikator kinerja karyawan itu sendiri antara lain [a] Kemampuan mencapai kualitas kerja yang telah ditetapkan oleh organisasi [b] Kemampuan mencapai kuantitas kerja yang telah ditetapkan oleh organisasi [c] Kemampuan Penyelesaian pekerjaan yang dibebankan organisasi sesuai waktu yang telah ditentukan [d] Kemampuan membangun hubungan kerja yang baik dengan pegawai lain. 4. Motivasi Berikut adalah indikator dari motivasi [a] Kemampuan bertahan bekerja di pemerintah daerah karena tunjangan yang terima sesuai dengan beban kerja [b] Kemampuan bertahan bekerja di pemerintah daerah karena penghasilan tetap yang terima sesuai dengan beban kerja [c] Rasa berkewajiban bertahan di tempat kerja [d] Kemampuan bekerja sesuai visi misi pemerintah daerah.

Ada dua jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan data sekunder dari kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 414 dan Sampel diperoleh dari rumus slovin berjumlah 100. Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis menggunakan regresi linier berganda. Hal ini dapat diukur melalui SPSS 24.0. untuk uji hipotesis menggunakan Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Simultan (Uji F), Uji Parsial (Uji t), Metode Analisis Jalur menggunakan diagram jalur dan koefisien jalur [10].

Hasil dan Pembahasan

Karakteristik Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut; sebagian besar responden berusia 20-40 Tahun, hal ini ditunjang oleh hasil penerimaan pegawai baru Non PNS pada tahun 2017 yang memang rentang usia dibatasi maksimal 40 Tahun dengan tujuan untuk merefresh dan memberi semangat kepada pegawai yang berusia lanjut untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam penggunaan aplikasi. Dan pegawai yang berusia diatas 50 Tahun jumlahnya memang paling sedikit karena sudah banyak yang memasuki usia pensiun. Selain itu menjelaskan pula bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 58 orang. Sedangkan responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 42 orang. Mengingat bidang kerja yang dikerjakan lebih banyak secara administrasi maka jumlah pegawai yang perempuan jauh lebih banyak daripada yang laki-laki. Sebagian besar responden belum menikah sebanyak 56 orang. Sedangkan responden yang sudah menikah sebanyak 44 orang. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai yang masuk pada tahun 2017 banyak yang masih baru lulus menempuh pendidikannya. Selain itu sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan terakhir S1 sebanyak 59 orang. Sedangkan responden yang mempunyai tingkat pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 41orang. Mengingat sudah banyak pegawai yang meingkatkan tingkat pendidikannya dari SMA/Sederajat ke sarjana strata 1.

Uji Validitas dan Reliabilitas

Nilai validitas atau CorrectedItem-TotalCorrelationuntuk masing-masing variabel kinerja Pegawai (Y) memiliki nilai rhitung > 0.3. Nilai rhitung > rtabel (n-2) dimana rtabel (98) sebesar 0.1966. Dengan demikian masing-masing item pernyataan dinyatakan valid dan selanjutnya dapat digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan koefisien alphaatau Cronbach`SAlphauntuk mengukur reliabilitas atau konsistensi internal diantara butir-butir pernyataan dalam suatu instrumen. Berdasarkan Maholta (2002) item pengukuran dikatakan reliabel jika memiliki nilai koefisien alpha> 0.6. Nilai reliabilitas konsistensi internal untuk koefisien alphamasing-masing variabel dinyatakan reliabel karena > 0.6. Untuk variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi sebesar 0.633, Untuk variabel Knowledge Management sebesar 0.631, untuk variabel motivasi sebesar 0.729, dan untuk variabel kinerja pegawai sebesar 0.715.

Uji Hipotesis

[H1]Derajat kebebasan df = (n-k-1) = 100 – 4 – 1 = 95 dan tingkat taraf kepercayaan 5% atau 0.05, maka nilai ttabel adalah sebesar 1.66105. Nilai thitung dalam penelitian ini adalah sebesar 11.687 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 lebih besar dari ttabel sebesar 1.66105. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penolakan Ho dan penerimaan Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel pemanfaatan teknologi informasi (X1) terhadap variabel motivasi (Z). Untuk nilai R sebesar 0.698 yang artinya setiap kenaikan 1 variabel pemanfaatan teknologi informasi akan ada penambahan sebesar 0.698 terhadap variabel motivasi. Sedangkan untuk R2 menunjukkan bahwa pengaruh variabel pemanfaatan teknologi informasi terhadap variabel motivasi sebesar 0.488 dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. [H2]Nilai thitung dalam penelitian ini adalah sebesar 12.764 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 lebih besar dari ttabel sebesar 1.66105. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penolakan Ho dan penerimaan Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel knowledge management (X2) terhadap variabel motivasi (Z). Untuk nilai R sebesar 0.551 yang artinya setiap kenaikan 1 variabel knowledge management akan ada penambahan sebesar 0.551 terhadap variabel motivasi. Sedangkan untuk R2 menunjukkan bahwa pengaruh variabel knowledge management terhadap variabel motivasi sebesar 0.304 dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. [H3]Perhitungan regresi linier berganda menghasilkan nilai Fhitung sebesar 81.676 dan Ftabel sebesar 3.09 dengan df pembilang 2 dan penyebut 97. Dengan demikian maka terbukti bahwa Fhitung lebih besar daripada Ftabel yang berarti Ho ditolak dan menerima Ha pada tingkat signifikansi sebesar 0.000. Artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel-variabel pemanfaatan teknologi informasi (X1) dan knowledge management (X2) secara simultan terhadap motivasi (Z). Untuk nilai R sebesar 0.575 yang artinya setiap kenaikan 1 variabel pemanfaatan teknologi informasi dan knowledge management akan ada penambahan sebesar 0.575 terhadap variabel motivasi. Sedangkan untuk R2 menunjukkan bahwa pengaruh variabel pemaanfaatan teknologi informasi dan knowledge management terhadap variabel motivasi sebesar 0.331 dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. [H4]Nilai thitung dalam penelitian ini adalah sebesar 2.241 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.027 lebih besar dari ttabel sebesar 1.66105. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penolakan Ho dan penerimaan Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel pemanfaatan teknologi informasi (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Untuk nilai R sebesar 0.657 yang artinya setiap kenaikan 1 variabel pemanfaatan teknologi informasi akan ada penambahan sebesar 0.657 terhadap variabel kinerja pegawai. Sedangkan untuk R2 menunjukkan bahwa pengaruh variabel pemanfaatan teknologi informasi terhadap variabel kinerja pegawai sebesar 0.432 dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. [H6]Nilai thitung dalam penelitian ini adalah sebesar 2.308 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.023 lebih besar dari ttabel sebesar 1.66105. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penolakan Ho dan penerimaan Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel knowledge management (X2) terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Untuk nilai R sebesar 0.478 yang artinya setiap kenaikan 1 variabel knowledge management akan ada penambahan sebesar 0.478 terhadap variabel kinerja pegawai. Sedangkan untuk R2 menunjukkan bahwa pengaruh variabel knowledge management terhadap variabel kinerja pegawai sebesar 0.238 dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. [H7]Nilai thitung dalam penelitian ini adalah sebesar 3.140 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.002 lebih besar dari ttabel sebesar 1.66105. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penolakan Ho dan penerimaan Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi (Z) terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Untuk nilai R sebesar 0.496 yang artinya setiap kenaikan 1 variabel motivasi akan ada penambahan sebesar 0.496 terhadap variabel kinerja pegawai. Sedangkan untuk R2 menunjukkan bahwa pengaruh variabel motivasi terhadap variabel kinerja pegawai sebesar 0.246 dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. dapat dijelaskan bahwa koefisien determinan pada penelitian ini sebesar 0.574 atau 57,4%, sehingga variabel pemanfaatan teknologi informasi dan knowledge management dapat menjelaskan motivasi dan sisanya 42,6% dijelaskan oleh variabel lain. Sedangkan berdasarkan yang lain dapat dijelaskan bahwa koefisien determinan pada penelitian ini sebesar 0.543 atau 54,3%, sehingga variabel pemanfaatan teknologi informasi, knowledge management dan motivasi dapat menjelaskan kinerja pegawai dan sisanya 45,7% dijelaskan oleh variabel lain. dijelaskan bahwa analisis jalur model 1 dapat dihitung dengan rumus e1 = √ (1- 0.574) = 0.6526 yang artinya diketahui pengaruh langsung yang diberikan X1 terhadap Y adalah perkalian antara nilai beta X1 terhadap Z dengan nilai beta Z terhadap Y yaitu 0.421 x 0.214 = 0.0901 maka pengaruh total yang diberikan X1 terhadap Y adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0.203 + 0.0901 = 0.2931 berdasarkan hasil perhitungan diatas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0.203 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0.0901 yang berarti bahwa nilai pengaruh langsung lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh tidak langsung, hasil ini menunjukkan bahwa secara langsung X1 melalui Z mempunyai pengaruh signifikan terhadap Y. dijelaskan bahwa analisis jalur model 2 dapat dihitung dengan rumus e2 = √ (1- 0.543) = 0.6760 yang artinya diketahui pengaruh langsung yang diberikan X2 terhadap Y adalah perkalian antara nilai beta X2 terhadap Z dengan nilai beta Z terhadap Y yaitu 0.361 x 0.214 = 0.0772 maka pengaruh total yang diberikan X2 terhadap Y adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0.246 + 0.0772 = 0.3232 berdasarkan hasil perhitungan diatas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0.246 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0.0772 yang berarti bahwa nilai pengaruh langsung lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh tidak langsung, hasil ini menunjukkan bahwa secara langsung X2 melalui Z mempunyai pengaruh signifikan terhadap Y. Dari hasil pembahasan menunjukkan bahwa terjadi penolakan Ho dan penerimaan Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel pemanfaatan teknologi informasi (X1) dan knowledge management (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) melalui motivasi (Z).

Kesimpulan

[1]Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap variabel motivasi, hal ini dibuktikan dengan nilai thitung dalam penelitian ini lebih besar dari ttabel. Indikator yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan pegawai dalam menjalankan aplikasi penunjang. Artinya semakin tinggi tingkat kemampuan pegawai dalam menjalankan aplikasi penunjang maka semakin tinggi pula tingkat motivasi pegawai.[2]Knowledge management berpengaruh signifikan terhadap variabel motivasi, hal ini dibuktikan dengan nilai thitung dalam penelitian ini lebih besar dari ttabel. Indikator yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan memaksimalkan pengetahuan yang dimiliki. Artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan pegawai terhadap tanggungjawabnya maka semakin tinggi pula tingkat motivasinya. [3]Pemanfaatan teknologi informasi dan knowledge management secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi, hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung lebih besar daripada Ftabel. Indikator yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan pegawai dalam menjalankan aplikasi penunjang dan kemampuan memaksimalkan pengetahuan yang dimiliki. Artinya semakin tinggi tingkat kemampuan pegawai dalam menjalankan aplikasi penunjang dan semakin tinggi tingkat pengetahuan pegawai terhadap tanggungjawabnya maka semakin tinggi pula tingkat motivasi pegawai [4]Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, hal ini dibuktikan dengan nilai Nilai thitung dalam penelitian ini lebih besar dari ttabel. Indikator yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan pegawai dalam menjalankan aplikasi penunjang. Artinya semakin tinggi tingkat kemampuan pegawai dalam menjalankan aplikasi penunjang maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. [5]Knowledge management berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai, hal ini dibuktikan dengan nilai thitung dalam penelitian ini lebih besar dari ttabel. Indikator yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan memaksimalkan pengetahuan yang dimiliki. Artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan pegawai terhadap tanggungjawabnya maka semakin tinggi pula kinerja pegawainnya.[6]Motivasi berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai, hal ini dibuktikan denganthitung dalam penelitian ini lebih besar dari ttabel. Indikator yang paling besar pengaruhnya adalah kemampuan bertahan ditempat kerja. Artinya semakin tinggi kepuasan untuk bertahan ditempat kerja maka semakin tinggi pula tingkat kinerja pegawainya. [7]Pemanfaatan teknologi informasi dan knowledge management terhadap variabel kinerja pegawai melalui motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan. Tingkat pengaruh langsung lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh tidak langsung, hasil ini menunjukkan bahwa motivasi tidak menjadi variabel intervening dalam hubungan variabel pemanfaatan teknologi informasi dan kinerja pegawai. Mengingat setelah dimasukkan variabel motivasi nilai pengaruhnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai pengaruhnya sebelum dimasukkan motivasi / interveningnya.

Ucapan Terimakasih

Terima kasih kepada responden dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaiakn tulisan ini sebingga dapat diterbitkan dan dipertanggungjawabkan.

References

  1. Kadir dan Triwahyuni, “Pengaruh pemanfaatan IT terhadap kinerja pegawai PT. ECCO Indonesia. Tesis,” 2011.
  2. Laschinger, “The Influence Of Authentic Leadership And Empowerment on nurses Relational Social Capital, Mental Health And Job Satisfaction Over The First Year Of Practice,” 2015.
  3. A. . Maslow, Motivasi dan Kepribadian. Bandung: Rosdakarya Offset, 1993.
  4. A. Fauzi, Pengantar Teknologi Informasi, Revisi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
  5. Groff And Jones, Organization Behaviour, Strukture, Process, Tenty Edit. USA: Richard D. Irwin-Mcgraw Hill Inc, 2010. [6] Hibbard, “Examining The Relationship Leadership And Physical Distance Wit Business Unit Performance, The Leadership Quarterly 16 (2005) 273-285.,” 2015.
  6. A. . Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
  7. A. I. Riaz, Adnan Mubarak Hussain, “Role Of Transformational And Transactional Leadership On Job Satisfaction And Carear Satisfaction,” J. Bus. Econ. Horizons, vol. 1, 2010.
  8. P. D. Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2012. [10] Sugiyono, “Metode Penelitian Bisnis”, 15th ed. Bandung: Alfabeta, 2010.