Teknologi Produksi Tepung Pre Gel Ubi Kayu Metode Ekstruksi
Keywords:
Tepung Pre Gel, Ubi Kayu, EkstrusiAbstract
Judul : Teknologi Produksi Tepung Pre Gel Ubi Kayu Metode Ekstruksi
- BAB I : Pendahuluan
- BAB II : Proses Produksi Tepung Pregel
- BAB III : Karakteristik Tepung Pregelatinisasi
Editor: M.Tanzil Multazam
Published by:
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Press, Sidoarjo, 2026
ISBN:
- ISBN :
Deskripsi :
Buku Teknologi Produksi Tepung Pre Gel Ubi Kayu dengan Ekstruksi membahas pengolahan ubi kayu menjadi tepung pre gel yang memiliki karakteristik lebih praktis, mudah larut, dan berpotensi digunakan dalam berbagai produk pangan. Pembahasan mencakup dasar teknologi pengolahan ubi kayu, prinsip ekstrusi, perubahan sifat fisik dan fungsional tepung, serta peluang pemanfaatannya dalam industri pangan.
Fokus Utama:
Buku ini berfokus pada teknologi pengolahan ubi kayu menjadi tepung pre gel melalui proses ekstrusi, mulai dari prinsip dasar produksi, perubahan karakteristik bahan, hingga potensi pemanfaatannya sebagai bahan pangan fungsional. Pembahasan diarahkan pada pengembangan produk berbasis pangan lokal yang memiliki nilai tambah, mudah diaplikasikan, dan relevan dengan kebutuhan industri pangan modern.
Fitur Unik :
Buku ini menyajikan pembahasan teknologi produksi tepung pre gel ubi kayu secara aplikatif dengan menekankan proses ekstrusi sebagai teknik pengolahan modern. Keunikan buku ini terletak pada pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan pangan lokal bernilai tambah, penjelasan perubahan karakteristik tepung setelah proses pengolahan, serta peluang penerapannya dalam pengembangan produk pangan yang lebih praktis, fungsional, dan sesuai kebutuhan industri.
Target Audiens :
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, pelaku industri pangan, praktisi teknologi hasil pertanian, serta UMKM yang tertarik mengembangkan produk berbasis ubi kayu.
Downloads
References
Baret, DM dan Djoko SD. 1984. Peningkatan Mutu Hasil Ubi Kayu Di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, III (2).
Batey, I. L. dan Curtin, B. M. 2000. Efeect on pasting viscosity of starch and flour from different operating condition for rapid visco analyser. Cereal Chemistary, 77 (6): 754-760.
Copeland, L., Blazek, J., Salman, H. and Tang, M.C. (2009) Form and Functionality of Starch. Food Hydrocolloid, 23, 1527-1534. http://dx.doi.org/10.1016/j.foodhyd.2008.09.016
Kusnandar, F., 2011. Kimia Pangan Komponen Makro. Dian Rakyat Jakarta, Indonesia
Lee YJ, Yoon WB. 2013. Effects of particle size and heating time on thiobarbituric acid (TBA) test of soybean powder. Food Chemistry 138(2–3):841–850 DOI 10.1016/j.foodchem.2012.11.113.
Lee YJ, Yoon WB. 2015. Flow behavior and hopper design for black soybean powders by
particle size. Journal of Food Engineering 144:10–19 DOI 10.1016/j.jfoodeng.2014.07.005.
Liu Y, Hsieh F, Heymann H, Huff HE. 2000. Effect of process conditions on the physical and sensory properties of extruded oat-corn puff. Journal of Food Science 65(7):1253–1259 DOI 10.1111/j.1365-2621.2000.tb10274.x.
Rismayani. 2007. Usaha tani dan pemasaran hasil pertanian. USU-Press. Medan.
Syamsir, E. Purwiyatno H, Dedi F, Nuri A, dan Feri K. 2011. Karakterisasi Tapioka dari Lima Varietas Ubi Kayu (Manihot utilisima Crantz) Asal Lampung. J Agrotek 5: 93-105
Winarno, F. G. 1992. Kimia pangan dan gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Zhu KX, Huang S, Peng W, Qian HF, Zhou HM. 2010. Effect of ultrafine grinding on hydration and antioxidant properties of wheat bran dietary fiber. Food Research International 43(4):943–948 DOI 10.1016/j.foodres.2010.01.005.
Zhao X-Y, Ao Qiang, Yang L-W, Yang Y-F, Sun J-C, Gai G-S. 2009. Application of superfine pulverization technology in Biomaterial Industry. Journal of the Taiwan Institute of Chemical Engineers 40 (2009) 337–343
Hidayat, et al. (2009) melaporkan, tepung ubi kayu pregelatinisasi memiliki karakteristik berbeda dengan tepung ubi kayu tanpa pregelatinisasi. Tepung ubi kayu pregelatinisasi memiliki suhu gelatinisasi, viskositas maksimum, derajat putih, daya serap air, kelarutan, dan kadar amilosa lebih tinggi dibandingkan dengan tepung tanpa pregelatinisasi. Peningkatan kandungan amilosa berkaitan dengan peningkatan daya serap air tepung (Kearsley dan Dziedzic, 1995). Semakin tinggi kandungan amilosa dari tepung maka semakin tinggi pula daya serap airnya.
Hidayat, B., N. Kalsum, dan Surfiana. 2009. Karakterisasi Tepung Ubi Kayu Modifikasi Yang Diproses Menggunakan Metode Pragelatinisasi Parsial. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian 14(2): 148-159.
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Endang Yuli Purwani, Agus Budiyanto, Nurdi Setyawan, Eka Rahayu, Renny Rochaeni, Winda Haliza, Wahyu Diyono, Nuning Argo Subekti, Rahmah Utami Budiandari, Ni Wayan Trisnawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Umsida Press right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this platform.


